Posts

Peradaban Barat Merusak Negeri Muslim

Pengaruh Peradaban Barat dalam Perkembangan Masyarakat di Negeri Islam Dewasa Ini ** Disiapkan oleh : Abu Fathiya * Realitas Peradaban Barat dan Peradaban di Negeri Islam Peradaban ( hadlarah ) merupakan kumpulan pemahaman tentang kehidupan. Dalam konteks p eradaban b arat, mereka menjadikan dasar peradabannya berdiri atas konsep pemisahan agama dari kehidupan dan mereka mengingkari peran agama dalam kehidupan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan bernegara. Istilah lain untuk menyebutkan paham ini adalah sekulerisme . Paham sekuler (sekulerisme) ini telah menginfiltrasi/merasuki puluhan bahkan ratusan Negara di dunia ini. Tidak hanya Negara-negara di benua Amerika dan eropa, tetapi juga sudah dianut oleh Negara-negara di Asia, Afrika dan Australia . Walaupun disebut sebagai peradaban barat, tidak berarti hanya Negara-negara di dunia barat saja yang menerapkan paham sekuler, tetapi negera yang notabene mayoritas muslim juga menganut paham sekul...

DALIL TENTANG KEKHILAFAHAN

"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian." Beliau kemudian beliau diam. (HR Ahmad dan al-Bazar). Sanad Hadis Imam Ahmad menerimanya dari Sulaiman bin Dawud ath-Thuyalisi dari Dawud bin Ibrahim al-Wasithi dari Habib bin Salim dari an-Nu'man bin Basyir. Ia berkata: Kami sedang duduk di masjid bersama Rasulullah saw. Basyir adalah orang yang hati-hati dalm berbica...

Khutbah Idul Fitri 1427 H

KONSOLIDASI UMAT MENUJU YANG HAKIKI Allahu Akbar 3x Walillahilhamd! Kaum Muslimin rahimakumullah, Hari ini umat Islam sedunia mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil . Tentu apa yang diucapkan kaum Muslim ini bukan kata-kata tanpa makna dan tujuan. Jelas ketika Rasulullah mencontohkan kepada kita mengucapkan kalimat-kalimat tersebut di hari kemenangan ini menunjukkan betapa berartinya kalimat-kalimat itu bagi kaum Muslim. Ucapan takbir … Allahu Akbar menunjukkan pengakuan kita tentang kebesaran Allah SWT. Ketika kita mengatakan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), berarti kita telah mengecilkan perkara-perkara lain di dunia ini. Kita hanya mengagungkan Allah SWT. Harta, Kekuasaan, dan jabatan, menjadi kecil dimata kita saat kita mengucapkan Allahu Akbar . Tentu bukan berarti kita menolak harta, kekuasaan, atau jabatan tersebut. Maksudnya, kita tidak menjadikan perkara tersebut menjadi tujuan hidup. Justru kita harus mengoptimalkan harta, kekuasaan, jabatan kita unt...

My Family

Berkeluarga adalah hal yang terindah dalam hidup ini. Berkumpul, bercengkrama dan bahkan saling memberi perhatian. Tak ada yang dapat menyaingi rasa senangnya bias berkumpul dengan keluarga. Istri dan anak adalah keluarga inti kita. Papa, Ibu, Mertua, saudara-saudara juga bagian terdekat dari keluarga. Keberadaan dan keutuhan keluarga adalah bara penyemangat hidup ini, memperkuat harga diri dan kekuatan untuk tetap eksis dalam kehidupan yang tak kenal kata kalah. Namun, hidup ini tidak hanya selalu bersama keluarga. Sering kali keluarga ditinggalkan demi mengejar hal lain yang secara relatif dapat dibenarkan. Relatif dalam pengertian tergantung dari sudut mana orang memandang. Namun demikian, Islam sebagai agama kita juga menuntun diri kita agar berfikir secara islami. Kebenaran yang dianut pun seudah seharusnya mengacu pada Islam. Rasulullah pernah menekankan bahwa menikah itu adalah sunnah rasul. Dan barangsiapa yang tidak mengikuti sunnah rasul yang satu ini, maka dipastikan bukan t...

Kapitalisme GAGAL dalam mengentaskan kemiskinan

Hasil Susenas 2006 yang dilakukan BPS telah membuktikan, bahwa pemerintah telah gagal dalam upayanya mengurangi kemiskinan di Indonesia. Tercatat pada Maret 2006, sebanyak 39,05 juta orang (17,75%) dari total 222 juta penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan (Kompas, 2/9/2006). Jika dilihat atau dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penduduk miskin telah bertambah sebanyak + 4 juta orang. Dengan demikian dapat dihitung laju kemiskinan penduduk mencapai 18,39%. Angka yang cukup fantastis jika dibandingkan dengan kenaikan inflasi sebesar 17,95%. Perkembangan jumlah penduduk miskin ini tidaklah mengherankan, mengingat banyaknya kebijakan pemerintah yang lebih sering tidak memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Seperti kebijakan pengurangan subsidi BBM yang mengakibatkan harga BBM melambung tinggi dan tentunya berefek pada kenaikan harga barang-barang pokok. Selain itu, kebijakan di bidang dunia usaha yang cenderung lebih memperhatikan pihak konglomerasi corporate ketimb...

HENTIKAN IMPOR BERAS !!

Pemerintah melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan menetapkan beras impor sebanyak 210 ribu ton akan masuk melalui 10 kota/pelabuhan mulai 1 Oktober 2006 dan paling lambat 15 November 2006. Dijelaskan daerah tujuan beras impor adalah daerah yang kekurangan beras dengan ketersediaan gudang penyimpanan serta kapasitas pelabuhan. Persetujuan impor beras kepada Perum Bulog yang tertuang dalam surat Menteri Perdagangan Nomor 760/M-DAG/9/2006 juga menyebutkan kepastian kedatangan beras impor di pelabuhan tujuan beserta informasi jumlah dan kapal pengangkutnya harus dilaporkan kepada Ditjen Bea Cukai, Departemen Keuangan yang ditembuskan pada Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Depdag, sepekan sebelum impor dilakukan. Disisi lain Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Pusat Siswono Yudo Husodo menyayangkan kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras dalam memenuhi kebutuhan stok beras di Indonesia. "Dengan impor ratusan ribu ton beras berarti menjatuhkan harga be...