<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148</id><updated>2012-02-16T16:26:40.613+07:00</updated><title type='text'>Today's for Khilafah</title><subtitle type='html'>There are many porblems in our life. If we want to know the solution, we must ask it to our basic. Islam is our problem solver. It's make our life will be more better. So, let's establish Islam in your life and let's strugle for Khilafah. Today is for khilafah.
(Abu Fathiya)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-3757590042938853601</id><published>2008-02-14T10:33:00.002+07:00</published><updated>2008-02-14T10:37:26.415+07:00</updated><title type='text'>MENGUAK TABIR PILKADA DAN DEMOKRASI</title><content type='html'>Musim pilkada sedang melanda sumatera utara. Pemilihan gubernur sumut akan segera digelar. Sejak pertengahan November 2007, berbagai nama mulai bermunculan menandakan proses sosialisasi figur sebagai calon gubernur dan wakil gubernur telah dimulai, dimana Sejumlah poster mewarnai jalanan di setiap kota / kabupaten di seluruh wilayah sumut. Setelah penentuan calon gubernur disahkan oleh KPU Sumut, setiap pasangan calon kemudian membentuk team sukses (TS) yang bertugas untuk memuluskan jalan menuju pemenangan pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset di sumatera utara, yang menyebutkan bahwa masyarakat cenderung masih berharap hasil pilkada kali ini akan membawa pada tercapainya kesejahteraan rakyat. Gubernur yang terpilih memiliki prinsip pembangunan daerah, tanpa mengabaikan kepentingan rakyat, dan memiliki moral / akhlaq yang baik, dengan sandaran ke-Islaman. Akan tetapi, tidak sedikit daripada masyarakat yang pesimis terhadap impian tadi, mengingat kampanye yang dilakukan calon akan menyedot dana yang tidak sedikit, dan tentunya tidak terlepas dari pihak-pihak yang berkepentingan untuk mencari keuntungan pada saat pilkada dan pasca pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey tersebut juga mengemukakan bahwa sebagian besar masyarakat menginginkan figur pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang mampu mengemban amanah rakyat, mensejahterakan rakyat dan mampu memperjuangkan dan menegakkan hukum. Selain itu, penampilan fisik juga mempengaruhi persepsi masyarakat pemilih, sehingga membuat mereka mempercayai figur yang cakap, berpenampilan meyakinkan sebagai gubernur dan seorang yang baik, ramah, suka menyumbang dan suka memperhatikan rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survey tersebut dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Bahwa masyarakat sampai saat ini, masih berharap pada terpilihnya pemimpin yang benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyat dari proses pilkada&lt;br /&gt;Masyarakat pemilih masih tergolong masyarakat yang mudah dipengaruhi oleh penampilan fisik, dan suka dengan pemberian sumbangan, baik itu masyarakat ekonomi lemah maupun kelompok agama tertentu.&lt;br /&gt;Ada kecenderungan pilkada kali ini juga akan menyinggung masalah SARA. Minimal pemanfaatan agama tertentu untuk mendapatkan dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, benarkah harapan dan keinginan masyarakat dapat benar-benar terwujud? Benarkah bahwa ada pemimpin yang benar-benar bersih dan membela kepentingan rakyat di atas kepentingan diri, kolega maupun pengusaha? Bagaimana pandangan Islam terhadap realita pemilihan gubernur dan demokrasi? Tulisan ini akan mencoba mengupas realita pilkada, demokrasi, dan sistem Islam dalam menjawab permasalahan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita Pilkada dan sistem Demokrasi&lt;br /&gt;Pilkada merupakan bagian dari sistem politik demokrasi yang ternyata tidak lebih dari sekedar industri politik. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam sistem demokrasi, pemilik modal merupakan pihak yang berkuasa dan menentukan, baik dalam menentukan pemimpin maupun dalam pembuatan peraturan. Meskipun mekanisme pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat. Fakta membuktikan, tidak sedikitnya kepala daerah yang dicalonkan harus membayar ’obligasi’ kepada para pemberi modal kampanye yang telah ikut menyukseskan terpilihnya kepada daerah tersebut. Para pemberi modal tersebut bisa dari kalangan pengusaha, tokoh politik dan kolega lainya, yang tentunya memiliki kepentingan untuk memperoleh beragam kemudahan dan fasilitas yang dapat diberikan oleh calon yang diusungnya. Sebagai imbalannya, bisa berupa proyek, izin untuk membuka bisnis ini dan itu, atau bahkan mungkin juga uang itu harus dikembalikan berikut bunga dan bonus.&lt;br /&gt;Praktik pelaksanaan pilkada juga tidak jauh dari nuansa bisnis, berbagai penawaran kerjasama antar calon kepala daerah merupakan tawar menawar dengan jumlah uang yang tidak sedikit. Seorang calon gubernur untuk meminang calon wakil gubernur harus mengeluarkan dana sampai milyaran rupiah, termasuk untuk meminta suatu partai untuk mendukungnya. Jika seorang calon gubernur tidak memiliki uang kontan dalam jumlah besar, tentunya mereka akan mengandalkan janji / ’obligasi’ yang akan meyakinkan para rekanan untuk mem-backup dana kampanye.&lt;br /&gt;Selain itu, biasanya calon yang mampu memodali kampanye atau dekat dengan pihak-pihak yang mampu memodali kampanyelah yang akan meraih peluang lebih besar. Sejak tahun 2004, tren yang terjadi adalah para pengusaha berlomba-lomba masuk dalam kancah pertarungan pemilihan kepala daerah. Hal ini menandakan bahwa proses pencalonan kepala daerah diwarnai oleh kaum pengusaha (baca: kapitalis) yang lebih memikirkan bisnis ketimbang masyarakat.&lt;br /&gt;Dengan demikian, pada tahap pencalonan saja, yang akan terjaring bukan yang ‘bermutu’, tetapi yang ‘beruang’ (punya uang), atau yang didukung kalangan yang punya modal, yang pasti punya pamrih. Dengan demikian, Pilkada tetap tidak bisa menghapus oligarki partai. Pemimpin daerah terpilih pun tidak otomatis akan menjadi pejuang kepentingan rakyat. Sangat boleh jadi, mereka malah akan menjadi pejuang kepentingan diri sendiri dan pihak yang memodalinya. ‘Penjualan’ sumber air yang sangat besar di satu kabupaten Jawa Tengah kepada sebuah perusahaan air minum terkenal yang berakibat merugikan para petani di sana yang selama puluhan tahun menikmati air yang melimpah, atau pemberian akses untuk mengeksploitasi tambang kepada pengusaha yang memodali pemilihan seperti yang terjadi di Sulawesi, sangat mungkin juga akan terjadi di seluruh daerah negeri ini.&lt;br /&gt;Walhasil, Pilkadal sebenarnya hanya memberi satu kepastian, yakni mereka terpilih secara langsung. Selebihnya, tidak ada jaminan bahwa kualitas mereka yang terpilih itu pasti akan lebih baik. Perbaikan sistem yang diperlukan guna memberikan solusi atas berbagai persoalan yang melilit umat bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan langsung atau tidak langsungnya kepala daerah terpilih, karena ia merupakan produk dari ideologi dan suprasistem yang diberlakukan saat ini. Oleh karena itu, belum tentu cara pemilihan kepala daerah secara langsung itu akan secara langsung pula memberikan solusi atas berbagai kesulitan yang tengah diderita oleh rakyat. Lihatlah, Presiden yang terpilih secara sangat demokratis sekalipun ternyata, begitu terpilih; ia malah memberikan tambahan kesulitan kepada rakyat dengan menaikkan harga BBM, menarik subsidi minyak tanah, dll.&lt;br /&gt;Historis Demokrasi&lt;br /&gt;Secara historis, kemunculan demokrasi pada akhir abad ke-18 sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari tiga pemikiran lainnya: sekularisme, liberalisme, dan Kapitalisme. Keempatnya muncul sebagai “satu paket” untuk melawan pemikiran-pemikiran lain: monarki absolut (otokrasi) dan teokrasi. Saat itu rakyat di 13 koloni Inggris di pantai timur Amerika serta Kekaisaran Prancis terbelah: yang pro raja dan gereja (dipimpin para bangsawan) dan kontra raja dan gereja (dipimpin para filosof dan kaum borjuis). Pihak pertama membela monarki absolut (kekuasaan raja) dan teokrasi (kekuasaan gereja). Mereka mengopinikan teori “kedaulatan Tuhan” dan konsep raja sebagai manusia terpilih yang menjadi perpanjangan-Nya. Dengan teori ini posisi raja dan gereja yang sudah stabil selama ratusan tahun tidak digugat.&lt;br /&gt;Sebaliknya, pihak kedua mengeluarkan empat teori yang berlawanan. Teori sekularisme menyatakan bahwa rakyat tidak perlu terikat pada aturan gereja dalam kehidupan publik. Selanjutnya liberalisme menegaskan pola pikir dan pola sikap rakyat hendaknya terserah rakyat sendiri. Kapitalisme menyatakan bahwa ekonomi hendaknya tidak didominasi kerajaan. Hendaknya rakyat (termasuk di dalamnya kaum borjuis) terlibat besar dalam ekonomi, dan pemerintah hanya sebagai “wasit ekonomi” saja. Adapun demokrasi menegaskan teori “kedaulatan rakyat” sebagai lawan dari teori kedaulatan Tuhan. Demokrasi menegaskan Vox Populi Vox Dei (suara rakyat adalah suara tuhan). Tidak ada ketentuan Tuhan  mengatur rakyat dalam kehidupan publik. Sebaliknya, suara publik itu sendirilah yang harus diakui sebagai pencerminan “suara Tuhan”.&lt;br /&gt;Jelaslah, demokrasi berada dalam satu kesatuan dengan ketiga pemikiran lain (sekulerisme-kapitalisme-demokrasi). Dalam realitasnya, pada negara-negara yang berubah menjadi negara demokrasi berlangsung dua proses berikut:&lt;br /&gt;Pertama, dengan dipelopori para filosof, dengan sekularisme dan liberalismenya, kedaulatan rakyat berarti rakyat semakin jauh dari kedaulatan penguasa (otokrasi) dan kedaulatan gereja (teokrasi); kedaulatan rakyat berarti lawan dari kedaulatan nilai dan kedaulatan penguasa.&lt;br /&gt;Kedua, dengan melihat fakta bahwa “rakyat yang paling kuat” adalah kaum borjuis (kaum kapitalis, para pemilik modal) maka otomatis rakyat berada dalam kekuasaan kaum borjuis. Kedaulatan rakyat berarti kedaulatan pemilik modal (korporatokrasi).&lt;br /&gt;Alhasil, dengan demokrasi bukan kedaulatan rakyat yang diraih, tetapi rakyat berpindah dari kedaulatan nilai dan kedaulatan penguasa menuju kedaulatan pemilik modal; dari teokrasi dan otokrasi ke korporatokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Paradigma Demokrasi&lt;br /&gt;Masyarakat sering mengartikan demokrasi sebagai pemilihan penguasa. Bahkan untuk mendukung pemahaman tersebut, dunia internasional pernah memberikan penghargaan demokrasi (Democracy Award) kepada Indonesia yang diberikan oleh Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC/International Association of Political Consultant)—organisasi profesi yang memperjuangkan demokrasi. Indonesia dinilai sebagai negara yang demokratis. Presiden IAPC Ben Goddard menyatakan, penghargaan itu diberikan karena Indonesia yang telah menunjukkan komitmennya pada demokrasi. Hal tersebut terlihat dari kesuksesan Indonesia dalam mengawal pelaksanaan pemilu yang berlangsung sukses di berbagai daerah.&lt;br /&gt;Syaikh Taqiyuddin dalam kitab Nizhomul Hukm fi Al Islam, mengungkapkan bahwa sistem demokrasi yang tampak (baca: digembar gemborkan oleh barat saat ini) bukanlah demokrasi menurut pengertian yang hakiki, melainkan kamuflase yang menipu, dimana pengertian sesungguhnya dari demokrasi adalah pengambil-alihan hak membuat hukum dari Allah SWT sebagai Asy Syari’ (baca: Sang Pembuat Hukum) kepada manusia/rakyat. Dalam demokrasi rakyat diberikan kebebasan untuk berbicara, berbuat, beragama dan berekonomi. Sehingga dalam penetapan hukum dan perundang-undangan kesempatan penetapannya diserahkan kepada rakyat dan hal ini membuat terputusnya hubungan keterikatan dengan hukum-hukum syariah Islam. Padahal Allah SWT berfirman dalam surat Yusuf [12] ayat 40 :&lt;br /&gt;...Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. dia Telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."&lt;br /&gt;Praktek pemilihan penguasa yang diagungkan oleh pejuang demokrasi, sesungguhnya hanyalah bahagian kecil dari sistem demokrasi yang sesungguhnya. Sebab prinsip yang sesungguhnya dari demokrasi adalah menetapkan halal dan haram serta hukum perundang-undangan di tangan manusia bukan di tangan Allah SWT. Dengan demikian prinsip demokrasi ini telah mengkebiri hak Allah SWT sebagai Pembuat Hukum, dan lebih mengagungkan manusia untuk membuat hukum. Untuk satu hal ini, sungguh dosa yang sangat besar bagi siapapun yang mempertahankan demokrasi sebagai dasar kebijakan di negeri ini.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa [4] ayat 65 :&lt;br /&gt;”Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sistem demokrasi yang merusak ini, sudah sepantasnya umat Islam hijrah dari sistem sekular yang bobrok ini. Sistem sekular—dengan demokrasi sebagai salah satu instrumen utamanya—adalah sistem kufur yang harus ditinggalkan. Hijrah secara syar‘i adalah perpindahan dari sistem kufur ke sistem Islam. Hijrah seperti inilah yang dilakukan Rasulullah saw. dulu yang kemudian membawa kebangkitan umat Islam. Beliau dan umat Islam saat itu berpindah dari sistem Jahiliah di Makkah menuju sistem Islam di Madinah.&lt;br /&gt;Walhasil, yang harus kita lakukan sekarang juga sama, hijrah dari sistem sekular yang Jahiliah dengan kembali menegakkan Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Politik dalam Islam&lt;br /&gt;Politik, didalam literatur arab adalah siyasah, yaitu : sasa - ya susu - siyaasatan - siyasah yang artinya urus, mengurus. Yaitu : mengurus seluruh problematika rakyat dengan solusi menurut syariah Islam. Baik itu berkenaan masalah individu maupun sosial kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Misalnya masalah orang tidak memiliki pengetahuan tentang sholat, padahal sholat itu wajib. Maka Islam memberikan solusinya tentang tata cara sholat dan mengingatkan/memberi peringatan bagi yang melalaikan sholat. Atau ketika masyarakat menjerit dengan melonjaknya kebutuhan pokok yang diakibatkan oleh naiknya BBM dan listrik, maka Islam memberikan solusi bahwa sesungguhnya memperjual - belikan sumber daya alam yang dilakukan penguasa kepada rakyatnya sendiri adalah tindakan haram.&lt;br /&gt;Sehingga politik Islam didalam pemerintahan bernegara adalah bahwa penguasa berkewajiban untuk mengeluarkan rakyat dari berbagai problematika kehidupan dengan pemecahan menurut syariat Islam, bukan malah membebani hidup rakyatnya seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Sesungguhnya dengan mendasari pemikiran dengan politik Islam, permasalahan bangsa ini bukan disebabkan karena permasalahan pemimpin semata. Melainkan lebih disebabkan karena sistem demokrasi yang sekuler – kapitalistik yang membuat kebobrokan pengelolaan negara ini sehingga berakibat pada kesengsaraan rakyat. Demokrasi yang tidak terlepas dari kapitalisme – sekulerisme ternyata tidak terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat, melainkan merusak ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya masyarakat.&lt;br /&gt;Sudah saatnya untuk menyadari bahwa Islam adalah dien, yang tidak sekedar agama yang mengatur urusan ibadah ritual saja, tetapi sekaligus agama politik yaitu yang mengurus / mengatur seluruh aspek kehidupan. Sebagaimana dicontohkan aplikasinya secara nyata oleh Rasullulah SAW dan para sahabatnya didalam Khulafa ar Rasyidin (para khalifah yang lurus mengikuti manhaj kenabian).&lt;br /&gt;Sungguh tepat yang dinyatakan Syaikh Taqiyuddin An Nabhani dalam kitab Nizhomul Islam menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW, untuk mengatur hubungan manusia dengan Sang Penciptanya, mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia. Hubungan manusia dengan sesama manusia meliputi hukum - hukum muammalah (baca : ipoleksosbudhankam) dan uqubat (baca : sanksi).&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah Telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath Thalaq [65] : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, Bagaimana Kepemimpinan dalam Islam&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah siapakah yang mampu menerapkan urusan untuk mengatur hubungan antar manusia dengan syariat Islam didalam kehidupan bersosial ? Apakah individu atau ormas dapat memaksakan terhadap individu atau ormas lainnya ? Jawabannya hanya satu yaitu Pemerintah Daulah Khilafah Islamiyah seperti yang dicontohkan oleh Rasul SAW dan Khulafa ar Rasyidin.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda : "Dulu Bani Israil, mereka diurusi urusannya oleh para nabi (tasusuhumul anbiya). Ketika seorang nabi wafat, nabi yang lain datang menggantinya. Tidak ada nabi setelahku, namun akan ada banyak para khalifah,para shahabat bertanya : " apakah yang engkau perintahkan kepada kami saat itu? beliau menjawab ; penuhilah bai'at yang pertama baru yang kemudiannya. dan berikanlah kepada mereka haknya karena Allah nanti akan menuntut pertanggung-jawaban mereka tentang rakyat yang dibebankan urusan kepada mereka"" (HR. Bukhari no.3455 dan Muslim no.1844)&lt;br /&gt;Istilah ”tasusuhumul anbiya” berarti mereka diurusi urusannya oleh para nabi dilanjutkan oleh para khalifah, dan akan ada pertanggung jawaban oleh yang mengurus rakyat kepada Allah, ada hak yang mengurusi yang mesti dipenuhi oleh rakyat (muhassabah lil hukm : mengoreksi pemerintah).&lt;br /&gt;Syarat-syarat Khalifah&lt;br /&gt;Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam Kitab Nazhomul Hukm fil Islam menyebutkan tujuh syarat sehingga seseorang layak menjadi khalifah, dimana syarat tersebut menjadi syarat sah untuk diangkat menjadi khalifah atau disebut sebagai syarat in’iqâd. Jika ada 1 saja kekurangan, maka akad pengangkatan khalifah menjadi tidak sah. Adapun syarat tersebut adalah :&lt;br /&gt;Muslim (beraqidah Islam dan memahami serta menjalankan hukum syariah Islam)&lt;br /&gt;Laki-laki&lt;br /&gt;Baligh atau dewasa,&lt;br /&gt;Berakal (mampu berfikir dengan cermat dalam mengkaitkan sesuatu dengan sesuatu yang lain)&lt;br /&gt;Adil (menempatkan sesuatu masalah sesuai dengan tuntutan syara’)&lt;br /&gt;Merdeka (tidak dalam tekanan/perbudakan/intervensi pihak asing)&lt;br /&gt;Mempunyai kemampuan (kompetensi dalam memimpin negara secara fisik dan ke-Ilmuan)&lt;br /&gt;Dengan demikian sebuah negara tidak dapat dipimpin oleh seorang yang kafir, dari golongan wanita, anak kecil, tidak mampu berlaku adil (menempatkan permasalahan sesuai dengan tuntunan Islam), seseorang yang masih dalam tekanan politik/intervensi dari asing, dan minus kemampuan sebagai pemimpin baik secara fisik maupun ke-ilmuan.&lt;br /&gt;Keberadaan khalifah menjadi wajib hukumnya dalam kehidupan kaum muslimin, dan keberadaan peranannya merupakan tolok ukur dilaksanakannya hukum-hukum Allah dalam kehidupan. Dengan demikian seorang Khalifah yang berkuasa atas seluruh kaum muslimin di dunia adalah merupakan jabatan ibadah atau yang sering kita sebut sebagai amanah dari Sang Penyeru Hukum dan Rasul-Nya. Khalifah merupakan amanah untuk mengurusi ummat dengan syariat dan mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Semoga kita masih diberi umur, sehingga kita menjumpai seorang kepala negara yang tidak mendapat gaji karena jabatannya. Dan tidak mengambil keuntungan dari kekuasaanya kecuali hanya untuk menegakkan Syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia hingga Islam bersemayam di seluruh negeri-negeri di dunia. Sabdanya :&lt;br /&gt;&lt;a title="yoyokthumb.jpg" href="http://www.hizbut-tahrir.or.id/container/uploads/2007/08/yoyokthumb.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Sungguh perkara (agama) ini akan sampai ke seluruh dunia sebagaimana sampainya malam dan siang. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun baik di kota maupun di desa kecuali Allah akan memasukkan agama ini dengan kemuliaan yang dimuliakan atau kehinaan yang dihinakan; kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghina-dinakan kekufuran (HR Ahmad, al-Baihaqi, al-Hakim, ath-Thabrani, Ibn Bisyran dan Abu ‘Urubah).&lt;br /&gt;Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Referensi :&lt;br /&gt;1.       An-Nabhani Taqiyuddin (2000). Sistem Pemerintahan dalam Islam, terjemah kitab Nizhomul Hukmi fil Islam.&lt;br /&gt;2.       An-Nabhani Taqiyuddin (2001). Peraturan Hidup dalam Islam, terjemah kitab Nizhomul Islam. HTI Press.&lt;br /&gt;3.       Hizbut Tahrir (2005). Struktur Negara Khilafah, terjemah kitab Ajhizah ad-Dawlah al-Khilafah, HTI Press.&lt;br /&gt;4.       Husain Matla (2008), Demokrasi dan dan Kedaulatan Pemilik Modal, Majalah Al-Waie.&lt;br /&gt;5.       Husain Matla, Demokrasi Tersandera? Menyingkap Misteri 21/4 Abad, Big Bang, 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=35181148#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) Materi Diskusi Publik Hizbut Tahrir tanggal 10 Februari 2008. di Masjid Ash Sholihin, Jl.Katamso - Medan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=35181148#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;) Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Medan, bekerja sebagai peneliti sosial politik&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-3757590042938853601?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/3757590042938853601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/3757590042938853601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2008/02/menguak-tabir-pilkada-dan-demokrasi.html' title='MENGUAK TABIR PILKADA DAN DEMOKRASI'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-7286279182444799897</id><published>2008-01-02T17:25:00.000+07:00</published><updated>2008-01-02T17:30:37.020+07:00</updated><title type='text'>BERKURBAN UNTUK MENYONGSONG</title><content type='html'>سم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;KHUTBAH IDUL ADHA 1428 H&lt;br /&gt;اللهُ أكْبَرُ × 9&lt;br /&gt;اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.&lt;br /&gt;اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَلَهُ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْهِ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَهُ وَنَخْشَى عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَهُ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ. أَشْهَدُ ألاَّ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مَنْ سَنَّ بِقَوْلِهِ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَلاًَ كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ قَدَمَيَّ مَوْضُـوعٌ»، وَعَلىَ آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ..&lt;br /&gt;أما بعد، أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُورُ،&lt;br /&gt;Allâhu Akbar 9X, Lâ ilâha illaLlâhu HuwaLlâhu Akbar, Allâhu Akbar WaliLlâhilhamd.Ma’âsyiral Muslimîn RahimakumuLlâh,&lt;br /&gt;Alhamdulillâhi Rabbi al-âlamîn, segala puji kita panjatkan ke hadhirat Allah Swt, Tuhan semesta alam. Dialah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur alam raya. Dialah satu-satunya Dzat yang wajib disembah dan tiada sekutu bagi-Nya. Dia pula yang telah memberikan anugerah kepada kita petunjuk hidup yang lurus, dîn yang haqq, dan risalah yang adil lagi sempurna, yakni Islam.&lt;a id="more-1249"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada sayyid al-anbiyâ wa al-mursalîn, Rasulullah Saw, beserta keluarga, para shahabatnya, dan seluruh pengikutnya yang berjuang tak kenal lelah untuk menerapkan dan menyebarluaskan risalah Islam ke seluruh pelosok dunia hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamdMa’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,&lt;br /&gt;Setiap hari raya Iedul Adha, kita selalu diingatkan kisah tentang ketaatan Nabi Ibrahim as dan putranya, Nabi Ismail as, dalam menjalankan perintah Allah Swt. Ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan untuk menyembelih putranya, keduanya segera bergegas melaksanakan perintah Allah. Tak tampak sama sekali keraguan, apalagi keengganan atau penolakan. Keduanya dengan ikhlas menunaikan perintah Allah Swt, meski harus mengurbankan sesuatu yang paling dicintainya. Ibrahim rela kehilangan putranya, dan Ismail tak keberatan kehilangan nyawanya. Peristiwa agung ini pun diabadikan dalam al-Quran agar menjadi teladan bagi manusia di sepanjang masa. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ&lt;br /&gt;Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (TQS. al-Shaffat [37]: 102).&lt;br /&gt;Pengorbanan yang luar biasa itu pun membuahkan hasil. Tatkala ketaatan mereka telah terbukti, perintah penyembelihan itu pun dibatalkan. Sebagai gantinya, Allah Swt menebusnya dengan sembelihan hewan. Karena mereka telah lulus dari al-balâ’ al-mubîn (ujian yang nyata), mereka pun mendapatkan balasan yang besar. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ، وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيمُ، قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ، إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ، وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ&lt;br /&gt;Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (TQS. Shaffat [37]: 103-107).&lt;br /&gt;Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamdMa’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,&lt;br /&gt;Ketundukan, pengorbanan, dan keberhasilan mereka, seharusnya menjadi teladan bagi kita. Sebagaimana Nabi Ibrahim as, kita pun menerima berbagai kewajiban yang harus dikerjakan. Bagi kita, kewajiban itu juga al-balâ’ al-mubîn (ujian yang nyata). Siapa pun yang bersedia tunduk dan patuh menjalankan kewajiban itu, maka mereka adalah orang-orang yang selamat dan sukses. Sebaliknya, mereka yang membangkang darinya adalah orang-orang yang gagal dan celaka.&lt;br /&gt;Di antara kewajiban itu adalah menerapkan syariah-Nya dalam kehidupan. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللهُ إِلَيْكَ&lt;br /&gt;Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu (TQS. al-Maidah [5]: 49).&lt;br /&gt;Seruan ayat ini, seruan tersebut juga bertebaran dalam banyak ayat dan Hadits. Kewajiban tersebut kian tegas dengan adanya larangan bagi setiap Mukmin untuk mengambil dan menerapkan hukum lain yang tidak berasal dari-Nya. Jika tetap bersikukuh menjalankan hukum selaih syariah, maka bisa terkatagori di antara salah satu kemungkinan: kafir, dzalim, atau fasik (QS al-Maidah [5]: 44, 45, dan 47).&lt;br /&gt;Syariah yang diwajibkan atas kita itu bersifat total dan menyeluruh, baik menyangkut interaksi manusia dengan Sang Pencipta yang berupa hukum-hukum ibadah; interaksi manusia dengan dirinya sendiri yang tercakup dalam hukum-hukum makanan, pakaian, dan akhlak; maupun interaksi antar sesama manusia yakni hukum-hukum mu’amalat yang meliputi sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pergaulan, strategi pendidikan, dan politik luar negeri; dan uqubat yang memberikan ketentuan mengenai sanksi-sanksi terhadap setiap pelaku kriminal.&lt;br /&gt;Keseluruhan syariah itu wajib kita terapkan. Tidak boleh ada yang diabaikan, ditelantarkan, apalagi didustakan. Tindakan mengimani sebagian syariah dan mengingkari sebagian lainnya hanya. akan mengantarkan kepada kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;Apakah kamu beriman kepada sebahagian al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. (TQS. al-Baqarah [2]: 85).    &lt;br /&gt;Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamdMa’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,&lt;br /&gt;Di antara hukum-hukum itu memang ada yang dibebankan kepada individu untuk melaksanakannya, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dan ibadah-ibadah lainnya. Demikian juga hukum tentang makanan, pakaian, akhlak, dan sebagian hukum muamalah. Namun, ada juga hukum-hukum yang dibebankan kepada negara untuk menjalankannya. Di antaranya adalah hukum-hukum yang berkenaan dengan sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pergaulan, strategi pendidikan, dan politik luar negeri. Juga berkaitan dengan hukum-hukum tentang sanksi terhadap pelaku kriminal. Semua hukum itu harus dijalankan oleh negara.&lt;br /&gt;Berdasarkan fakta itu, maka keberadaan negara yang menjalankan syariah menjadi wajib. Sebab, tanpa adanya negara atau daulah, niscaya terdapat sebagian besar syariah yang terlantar. Dalam kaidah ushul fiqh dinyatakan:&lt;br /&gt;مَا لاَ يَتِمُ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِِِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ&lt;br /&gt;Semua perkara, yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka perkara itu adalah wajib.&lt;br /&gt;Telah maklum, setelah khilafah Utsmaniyyah runtuh tahun 1924, tidak ada institusi yang bertanggung untuk menerapkan syariah secara total. Akibatnya, sebagian besar syariah itu pun terbengkalai. Kalaupun dijalankan, itu terbatas dalam lingkup individu atau kelompok.&lt;br /&gt;Inilah problem besar yang dialami umat Islam saat ini. Lenyapnya khilafah telah mengakibatkan sebagian besar syariah terlantar. Tak hanya itu. Tiadanya khilafah juga membuat umat Islam terpecah-belah menjadi lima puluhan negara. Tidak ada lagi institusi tangguh yang memelihara aqidah mereka; menjaga darah, harta, dan kehormatan mereka; dan melindungi wilayah mereka dari serbuan negara-negara kafir penjajah.&lt;br /&gt;Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamdMa’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,&lt;br /&gt;Meskipun dalil wajibnya menegakkan khilafah demikian jelas; aneka problema akibat tiadanya khilafah juga terlihat nyata, namun masih saja ada di antara umat Islam yang enggan untuk berjuang. Ada yang merasa pesimis terhadap khilafah. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai utopia.&lt;br /&gt;Tentu itu adalah sikap yang amat keliru. Tegaknya syariah dan khilafah sama sekali bukan mustahil. Sebab, syariah dan khilafah adalah kewajiban yang dibebankan Allah Swt kepada hamba-Nya. Dan tidak mungkin Allah Swt mewajibkan suatu perkara kepada hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Maka kepada orang-orang yang pesimis dan putus asa, harus disampaikan bahwa tegaknya syariah dan khilafah sama sekali bukan mustahil. Namun demikian, untuk mewujudkannya diperlukan perjuangan dan pengorbanan. Di sinilah keimanan dan ketaatan kita justru diuji. Apakah kita termasuk orang yang rela berkorban untuk menjalankan perintah-Nya atau orang yang enggan berjuang sambil mencari dalih pembenar.&lt;br /&gt;Semenjak dakwah digulirkan Rasulullah saw hingga berdiri sebuah negara di Madinah, beliau memerlukan waktu sekitar 13 tahun. Selama itu pula beliau tak mengenal lelah untuk menyampaikan dakwah. Mulai dari akidah hingga kewajiban tunduk terhadap syariah. Demikian juga para sahabat. Dalam berdakwah, mereka juga kerap menerima berbagai ujian, fitnah, dan tekanan, baik fisik maupun mental. Namun, semua itu tak pernah membuat mereka surut dan gentar. Mereka tetap tegar menyerukan kebenaran Islam.&lt;br /&gt;Abu Dzarr al-Ghifari, misalnya, ketika mendakwahi kaum Quraisy justru mendapat siksaan yang berat. Beliau dipukuli hingga pingsan. Abdullah bin Mas’ud juga dikeroyok beramai-ramai oleh kafir Quraisy ketika membacakan al-Quran di kerumunan massa. Perlakuan yang tidak jauh berbeda juga diterima oleh sahabat-sahabat yang lain. Tidak sedikit pula yang gugur dalam berjuang, seperti Yasir dan isterinya.&lt;br /&gt;Dalam berdakwah, Rasulullah saw tak jarang juga menerima hinaan dan cercaan. Punggung dan tempat sujud beliau pernah dilempari kotoran unta. Juga pernah dipukuli kaum Qurays hingga pingsan. Ketika menyampaikan dakwah di Thaif, beliau dilempari batu hingga berdarah-darah. Namun, semua itu tak pernah membuat beliau mundur dan berhenti.&lt;br /&gt;Kegigihan dan pengorbanan mereka dalam berjuang pun menuai hasil. Allah Swt mengganjar mereka dengan pahala, surga, dan ridha-Nya. Tak hanya itu, mereka pun mendapat anugerah kemenangan di dunia. Yakni tegaknya Daulah Islamiyyah di Madinah. Dari sanalah kemudian Islam menyebar ke seantero dunia. Kemuliaannya menerangi kehidupan, sehingga dalam waktu singkat, manusia berbondong-bondong memasuki agama Islam.&lt;br /&gt;Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamdMa’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,&lt;br /&gt;Ketundukan kepada Allah Swt dan ketaatan menjalankan perintah-Nya memang membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga, harta, bahkan jiwa. Akan tetapi kita tidak perlu khawatir. Pengorbanan itu pasti akan membuahkan hasil. Allah Swt akan memberikan pertolongan-Nya jika kita bersungguh-sungguh menolong agama-Nya. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ&lt;br /&gt;Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (TQS. Muhammad [47]: 7).&lt;br /&gt;Jika demikian janji-Nya, maka tak pantas lagi kita merasa ragu atau takut. Sebab, pertolongan sesunguhnya hanya di tangan Allah Swt. Tidak akan datang kecuali dari-Nya (QS Ali ‘Imran [3]: 126, al-Mulk [67]: 20, al-Kahfi [18]: 43). Maka siapa saja yang ditolong Allah Swt, tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkannya. Sebaliknya, jika Allah Swt menghinakannya, tidak ada seorang pun yang dapat menolongnya. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ&lt;br /&gt;Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal (TQS. Ali ‘Imran [3]: 160).&lt;br /&gt;Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamdMa’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,&lt;br /&gt;Khilafah akan segera kembali, Insya Allah dalam waktu dekat. Semua upaya yang dikerahkan orang-orang kafir dan antek-anteknya untuk menghalangi tegaknya Khilafah akan gagal dan sia-sia. Sebab, tegaknya Khilafah telah menjadi janji Allah Swt dan Rasul-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah, untuk mewujudkan janji-Nya. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah mejadikan orang-rang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukankan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (TQS. An-Nuur [24]: 55).&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga menegaskan:&lt;br /&gt;«ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»&lt;br /&gt;Kemudian akan datang khilafah yang mengkuti manhaj kenabian (HR Ahmad).&lt;br /&gt;Selanjutnya, marilah kita tundukkan kepala kita dengan segala kerendahan hati, sambil menengadahkan tangan kita, untuk memanjatkan doa ke hadirat Allah Swt, Dzat Yang Mahakuasa, dan Mahaperkasa:&lt;br /&gt;اَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.&lt;br /&gt;اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, perbaikilah di antara mereka, lembutkanlah hati mereka dan jadikanlah hati mereka keimanan dan hikmah, kokohkanlah mereka atas agama Rasul-Mu saw, berikanlah mereka agar mampu menunaikan janji yang telah Engkau buat dengan mereka, menangkan mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Ilah yang hak jadikanlah kami termasuk dari mereka.&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ&lt;br /&gt;Ya Allah, perbaikilah sikap keagamaan kami sebab agama adalah benteng urusan kami, perbaikilah dunia kami sebagai tempat penghidupan kami, perbaikilah akhirat kami sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan kami di dunia sebagai tambahan bagi setiap kebaikan. Jadikanlah kematian kami sebagai tempat istirahat bagi kami dari setiap keburukan.&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعَ مَنْ يَفْجُرُكَ، اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ، اَللَّهُمَّ عَذِّبِ الْكَفَرَةَ الذِّيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ. اَللَّهُمَّ اَهْزِمْهُمْ وَدَمِّرْهُمْ، وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَاجْعَلْ تَدْمِيْرَهُمْ فِيْ تَدْبِيْرِهِمْ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْ جُيُوْشَ الْكُفَّارَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، أَمْرِيْكَا وَبَرِيْطَانِيَا وَحُلَفَاءِهَا الْمَلْعُوْنِيْنَ.&lt;br /&gt;Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, meminta ampunan-Mu, sekali-kali kami tidak akan mengkufuri-Mu. Kami sepenuhnya iman kepada-Mu, dan berlepas diri dari siapapun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mulah kami mengabdi, beribadah dan sujud. Kepada-Mulah kami berlari dan menuju. Kami mendambakan rahmat-Mu, dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu yang sungguh-sungguh ditimpakan kepada kaum Kufar itu juga pasti akan ditimpakan kepada yang lain. Ya Allah, adzablah orang-orang Kafir yang telah menghalangi jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan membunuhi para pembela-Mu. Ya Allah, kalahkanlah mereka, hancurkanlah mereka, cerai-beraikanlah persatuan mereka, dan porak-porandakanlah kesatuan mereka. Jadikanlah rencana jahat mereka itu sebagai pembawa kehancuran mereka. Ya Allah, kalahkanlah pasukan kaum Kufar penjajah, Amerika, Inggeris dan sekutu mereka yang terlaknat.&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ مَلِكَ الْمُلْكِ تُعْطِيْ الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ، وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةَ الرَّاشِدَةَ عَلَى مِنْهَاجِ نَبِيِّكَ، تُعِزُّ بِهَا دِيْنَكَ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَطُغْيَانَهُ. اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا وَانْصُرْ إِخْوَانَنَا وَانْصُرْ مَنْ يُنْصُرُنَا وَاجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ ِلإِقَامَةِ شَرِيْعَتِكَ وَالْخِلاَفَةِ الرَّاشِدَةِ عَلَى مِنْهَاجِ نَبِيِّكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ.&lt;br /&gt;Ya Allah, Maha Raja diraja, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, Engkau ambil kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapasaja yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinadinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Di dalam genggaman-Mu lah seluruh kebaikan. Karena Engkaulah Dzat yang Maha Kuasa atas segalanya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu negara Khilafah Rasyidah yang mengikuti sunnah Nabi-Mu. Dengannya Engkau muliakan agama-Mu, dan Engkau hinakan kekufuran dan seluruh anteknya. Ya Allah, tolonglah kami; tolonglah saudara-saudara kami; tolonglah siapasaja yang menolong kami. Jadikanlah kami dan mereka sebagai para pejuang yang ikhlas untuk menegakkan syariah-Mu, dan Khilafah Rasyidah yang mengikuti sunnah Nabi-Mu. Dengan rahmat-Mu, duhai Dzat yang Maha Pengasih, duhai Sebaik-baik Penolong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-7286279182444799897?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hizbut-tahrir.or.id/container/uploads/2007/12/khutbahieduladha1428h.doc' title='BERKURBAN UNTUK MENYONGSONG'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/7286279182444799897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/7286279182444799897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2008/01/berkurban-untuk-menyongsong.html' title='BERKURBAN UNTUK MENYONGSONG'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-8638745831534549263</id><published>2007-12-14T21:56:00.001+07:00</published><updated>2007-12-14T23:46:53.956+07:00</updated><title type='text'>Pilkada : Solusi atau musibah bagi Demokrasi</title><content type='html'>Tak pelak lagi, suasana kampanye semakin meriah di hampir seluruh kota dan kabupaten di Propinsi sumut. Hampir di setiap sudut kota, di persimpangan jalan dan di sebagian tiang-tiang listrik bertengger sejumlah spanduk or baliho dan juga poster yang menampangkan wajah para calon atau yang bakan dicalonkan jadi gubsu (baca : gubernur sumut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dilihat, saat ini (bulan desember), KPU belum memulai untuk membuka pendaftaran. Semua usaha yang telah dilakukan balon gubsu tak lebih dari keinginan untuk membuka diri dan menunjukkan diri kepada publik. Keberadaan yang dirasakan (awareness) terhadap suatu tokoh memang penting sekali untuk ditingkatkan. Mengingat model dari pemilihan kepala daerah (pilkada) saat ini bersifat langsung, artinya rakyatlah yang langsung menjatuhkan pilihan tanpa melalui perwakilan. Oleh karenanya, image seorang tokoh di mata publik tentunya menjadi salah satu point penting dalam penentuan keberadaannya di tengah masyarakat. Masyarakat akan mengenal dan mengetahui keberadaan seorang tokoh apabila tokoh tersebut mau membuka diri dan mempublikasikan dirinya kepada khalayak. Tentang apa dan bagaimana dirinya mempresentasikan diri di hadapan publik, hal ini akan membentuk image (citra) tersendiri di mata publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang SBY misalnya, setelah kasus mundurnya dari jajaran menteri dan perselisihannya dengan Megawati, ternyata berbuah keadaan positif di mata publik, dengan segera publik meyakini sosok SBY sebagai penentang pemerintahan ala Ibu Rumah Tangga yang diperankan Megawati. Akhirnya, SBY dikenal sebagai sosok yang humanis, bijaksana, bersahaja, dekat dengan rakyat kecil dan cerdas. Tentunya citra tersebut dengan cepat dapat mendongkrak kepercayaan publik dan ternyata berhasil memperoleh kepercayaan tertinggi sebagai Presiden RI ke 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tidak mudah untuk membentuk awareness apalagi hingga menjadi sebuah citra yang positif dan lebih tidak mudah lagi untuk mendapatkan kepercayaan publik. Agaknya, hal inilah yang disadari oleh para pelaku kampanye. Mereka berbondong-bondong mendatangi percetakan dan sablon untuk membuat spanduk dan poster. Hal ini semata-mata untuk mendongkrak awareness dirinya di hadapan publik. Akan tetapi, belum tentu bisa membentuk image apalagi meraih kepercayaan. Dalam hal ini, terlihat adanya dana yang begitu besar dibutuhkan oleh para kontestan untuk bersaing. Dari kue belanja peralatan dan perlengkapan kampanye saja dapat kita perhitungkan, misalnya jumlah baju yang dicetak x Rp. 25.000,- ; jika jumlah baju yg dicetak = 2500 buah, maka jumlah biaya cetak dan pembelian baju menjadi :  62.500.000,- Itu baru baju, belum lagi kain spanduk, poster dll. Tentunya bukan jumlah yang sedikit, apalagi wilayah yang dijangkau lintas kabupaten / kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian wajar saja jika muncul anggapan "Betapa mahalnya demokrasi", betapa tidak manusiawinya sistem pilkada yang diberlakukan saat ini. Karena jelas telah menyuburkan budaya machiavelis, kolonialis dan fanatisme tokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari sudut demokrasi, tentunya pilkada merupakan salah satu bentuk ketatalaksanaan pemerintahan yang menempatkan publik sebagai penentu dan berkuasa atas terbentuknya pemerintahan. Sekilas sistem ini terkesan egaliter dan damai, sehingga banyak orang yang berminat untuk mempertahankan sistem ini. Akan tetapi, perlu untuk disadari, bahwa untuk melaksanakan pilkada dan mengagungkan demokrasi, pemerintah harus berjibaku menyisihkan anggaran di APBN/APBD agar pilkada dapat dilaksanakan. Besarnya pun tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai lebih dari 50 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah demokrasi membawa manfaat?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-8638745831534549263?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/8638745831534549263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/8638745831534549263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2007/12/pilkada-solusi-atau-musibah-bagi.html' title='Pilkada : Solusi atau musibah bagi Demokrasi'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-860105891091163924</id><published>2007-02-09T18:53:00.000+07:00</published><updated>2007-02-09T18:11:19.158+07:00</updated><title type='text'>Today's for Khilafah: DALIL TENTANG KEKHILAFAHAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2007/02/dalil-tentang-kekhilafahan.html"&gt;Today's for Khilafah: DALIL TENTANG KEKHILAFAHAN&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-860105891091163924?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2007/02/dalil-tentang-kekhilafahan.html' title='Today&apos;s for Khilafah: DALIL TENTANG KEKHILAFAHAN'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/feeds/860105891091163924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35181148&amp;postID=860105891091163924&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/860105891091163924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/860105891091163924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2007/02/todays-for-khilafah-dalil-tentang.html' title='Today&apos;s for Khilafah: DALIL TENTANG KEKHILAFAHAN'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-117100823680362481</id><published>2007-02-09T15:02:00.000+07:00</published><updated>2007-02-09T15:03:56.840+07:00</updated><title type='text'>Peradaban Barat Merusak Negeri Muslim</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Pengaruh Peradaban Barat dalam Perkembangan Masyarakat di Negeri Islam Dewasa Ini&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Disiapkan oleh : Abu Fathiya&lt;a style="" href="#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Realitas Peradaban Barat dan Peradaban di Negeri Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Peradaban (&lt;i style=""&gt;hadlarah&lt;/i&gt;) merupakan kumpulan pemahaman tentang kehidupan. Dalam konteks p&lt;span style=""&gt;eradaban&lt;i&gt; &lt;/i&gt;b&lt;/span&gt;arat, mereka menjadikan dasar peradabannya berdiri atas konsep pemisahan agama dari kehidupan dan mereka mengingkari peran agama dalam kehidupan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan bernegara. Istilah lain untuk menyebutkan paham ini adalah &lt;i style=""&gt;sekulerisme&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Paham sekuler (sekulerisme) ini telah menginfiltrasi/merasuki puluhan bahkan ratusan Negara di dunia ini. Tidak hanya Negara-negara di benua Amerika dan eropa, tetapi juga sudah dianut oleh Negara-negara di Asia, Afrika dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Walaupun disebut sebagai peradaban barat, tidak berarti hanya Negara-negara di dunia barat saja yang menerapkan paham sekuler, tetapi negera yang notabene mayoritas muslim juga menganut paham sekuler. Sebut saja : &lt;st1:city st="on"&gt;Republik Turki&lt;/st1:City&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt;, dan juga &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Negara-negara yang didasari paham sekuler ini menjadikan segenap sendi-sendi kehidupan beserta peraturan-peraturannya menjadi bentuk sekuler, artinya, baik dari segi kehidupan masyarakatnya, maupun system pemerintahannya mengesampingkan hokum dan peraturan Agama, dalam hal ini aturan Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Jika saat ini di Amerika berlaku aturan ekonomi dengan menggunakan system bunga (riba), seperti : Bank, Asuransi, Bursa Saham, Reksa Dana; maka di negeri Islam juga berlaku prinsip ekonomi yang sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Jika saat ini di Amerika dan Inggris berlaku sikap hidup masyarakat yang sangat bebas dan permisif, seperti : sex bebas, aborsi bebas, narkoba. Maka di negeri Islam, hal ini juga berlaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Jika di Amerika dan Negara-negara Barat diterapkan system demokrasi, dengan bentuk pemerintahan Repubklik, ataupun parlementer, maka di negeri-negeri Islam system yang sama juga berlaku. Bahkan cara pemilihan anggota dewan dan kepala Negara juga sama, yakni dengan mekanisme demokrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Seluruh konsep peradaban Barat, saat ini betul-betul telah diadopsi oleh negeri-negeri Islam. Baik dari segi system ekonomi, pemerintahan, politik, kehidupan bermasyarakat, maupun pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Proses Terbentuknya Peradaban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Peradaban (hadlarah) pada dasarnya merupakan kumpulan dari sekumpulan pemahaman tentang kehidupan. Kehidupan ini dapat dimaknai dengan tujuan hidup. Dalam perspektif barat, hidup adalah mendapatkan manfaat semata. Adapun kebahagian mereka artikan sebagai usaha untuk mendapatkan sebanyak mungkin kenikmatan jasmani, serta tersedianya seluruh sarana kenikmatan tersebut. Oleh karena itu, dalam peradaban Barat, tidak dikenal adanya pembatasan halal dan haram seperti dalam sistem Islam. Karena yang menjadi batasan bagi mereka hanyalah manfaat semata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Maka di Barat berlakulah sistem demokrasi. Sistem demokrasi ini pada intinya lahir dari keinginan sekelompok masyarakat yang hendak menjadikan golongannya berkuasa, tetapi menjustifikasi tindakanya dengan mengatasnamakan masyarakat. Sebab, dengan memberikan justifikasi tersebut, masyarakat tersebut akan memberikan dukungannya kepada mereka. Dalam hal ini, masyarakat sebagai objek dari kebijakan pemerintah hanyalah mengharapkan adanya pemerintahan yang amanah dan peduli pada kesejahteraan masyarakat. Jika berada dalam sistem demokrasi, mau tidak mau masyarakat akan dipaksa untuk memberikan pilihannya. Walaupun ianya tidak mengenal dan tidak begitu yakin pada pilihannya, hanya saja mereka berharap akan terjadi perubahan. Dengan kata lain, sistem demokrasi hanya menjadi kedok bagi segolongan pihak yang berkepentingan untuk meraih kekuasaan dan menipu masyarakat dengan janji palsunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Selain itu, di dalam sistem demokrasi juga berlaku paham kebebasan, diantaranya kebebasan kepemilikan, kebebasan berperilaku, kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat. Tanpa ditetapkannya 4 macam kebebasan tersebut,sistem demokrasi tidak akan berjalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Kembali pada konsep kehidupan. Sistem dekomokrasi tidak begitu saja muncul, dan dianut oleh masyarakat barat dan negeri Islam sekarang ini. Tetapi, hal ini sangat berkaitan dengan paham sekuler. Dengan membuat pemisahan agama dari kehidupan, sama artinya meniadakan peran agama, dan dijadikanlah peranan akal semata untuk mengatur kehidupan. Dan para penganut paham sekuler, menjadikan akalnya hanya untuk mendapatkan kepuasaan / manfaat semata dari sistem yang mereka bangun. Kepuasan disini adalah kepuasan jasmani / materi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Kegiatan Amerika di Irak misalnya, tidak terlepas dari ketamakan Bush untuk menguasai sumber minyak di negeri Saddam tersebut. Amerika sama sekali tidak mengindahkan peraturan tentang pembunuhan, ataupun perjanjian internasional lainnya. Kenapa? Karena Bush ingin mendapatkan kepuasan/manfaat dari ladang minyak di Irak untuk menambah pasokan cadangan minyak di negerinya. Hal ini juga dikarenakan negara yang memiliki cadangan energi yang banyak pasti akan dapat mengatur dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Tidak peduli aturan itu sudah dibuat dan disepakati bersama oleh berbagai negara, tetap saja bagi barat, tindakannya haruslah memberikan manfaat yang besar bagi dirinya maupun negaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Hegemoni dan Peradaban&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Setiap negara yang maju, ingin terus mempertahankan eksistensinya di dunia. Jalan satu-satunya adalah menciptakan hegemoni (pengaruh kekuasaan) atas negara-negara lain, baik negara saingannya maupun negara yang bukan saingannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Adapun pertarungan hegemoni tersebut juga merupakan pertarungan peradaban. Pada saat perang dingin misalnya, Amerika dan Uni Sovyet berlomba-lomba untuk mempengaruhi negara di dunia ketiga untuk berada pada barisannya (baca: pengikutnya). Dengan demikian mereka akan mendapatkan dukungan, baik secara politik maupun ekonomi. Secara ekonomi dapat dijelaskan sbb: Negara-negara maju tentunya membutuhkan biaya yang besar untuk memenangkan pertarungan. Dengan adanya hubungan ekonomi yang baik, mereka dapat menjadikan negara lain sebagai pasar bagi produk-produknya, dan mereka juga dapat memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada dinegara tsb. Dengan adanya dukungan kerjasama ekonomi seperti ini, membuat negara seperti Amerika memiliki amunisi yang cukup untuk menghadapi para pesaingnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Runtuhnya Peradaban Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Sejak Khilafah turki Ustmani runtuh pada tahun 1924, umat Islam di seluruh dunia kehilangan pelindungnya, kehilangan tali yang mengikatnya yang menyatukannya, sehingga pada saat itu, negeri-negeri seperti Palestina, Turki, Kashmir, sebagian Asia tenggara, dan negeri Islam lainnya menjadi terpecah belah bahkan hingga kini menjadi lebih dari 50 negara kecil termasuk Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Peradaban Islam yang ditanamkan di negeri-negeri Islam tersebut sudah semakin tidak dapat dipertahankan lagi, mengingat proses pelunturan peradaban Islam sudah dimulai sejak abad XVII Masehi. Perang peradaban yang berlangsung ratusan tahun yang lalu akhirnya membuat umat Islam tidak siap menghadapi keruntuhan Khilafah Turki. Akibatnya mereka tidak dapat dengan segera bekerjasama untuk membangkitkan khilafah yang diruntuhkan oleh barat. Kesadaran mereka melemah, dan akhirnya, kondisi tersebut membuat mereka larut dalam keadaan. Sehingga ketika pengaruh barat masuk ke negerinya, mereka tidak menyadari, bahkan menerima dengan senang hati. Seperti yang dialami Arab Saudi dan Mesir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Tidak dapat dipungkiri, peradaban barat berhasil masuk ke negeri Islam, baik secara perlahan-lahan/halus maupun secara terang-terangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Masuknya Peradaban Barat dalam Negeri Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Pada saat kesadaran umat Islam lemah, barat datang dengan berbagai bentuk penjajahan. Negara-negara Barat kemudian berlomba-lomba untuk menguasai negeri-negeri Islam yang mengadung sumber kekayaan alam yang berlimpah. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang menawarkan bantuan ekonomi, bantuan SDM tenaga ahli, ataupun mereka (barat) mendudukkan boneka-bonekanya menjadi penguasa di negeri tersebut. Sehingga, sedikit demi sedikit kepercayaan masyarakat di negeri tsb beralih kepada barat. Di sisi lain, ada yang masih menggunakan kekerasan fisik, seperti di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Tapi dengan canggihnya mereka men&lt;i style=""&gt;setting&lt;/i&gt; kemerdekaan negeri-negeri Islam yang terjajah, kemudian menguasainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Setelah mereka menguasai negeri-negeri Islam tersebut, hal yang pertama sekali mereka lakukan adalah membentuk pemerintahan boneka, dan selanjutnya mereka menetapkan sistem / hukum yang berlaku di negeri tersebut. Selanjutnya mereka memberikan bantuan ekonomi, dukungan politik dan bantuan SDM tenaga ahli, beragam bantuan yang mereka berikan sesungguhnya akan menjadi hutang bagi negara yang mereka bantu, yang pada akhirnya akan membuat negera tadi akan terikat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Pada saat negeri-negeri Islam mulai terikat dan bergantung pada barat, mereka dengan mudah akan menerima usulan barat dalam menetapkan garis besar pemerintahannya. SDM-SDM yang dikirim barat, sesungguhnya merupakan mata-mata sekaligus kaki tangan penghasut. SDM di bidang ekonomi akan menghasut pemerintah untuk menerapkan kebijakan kapitalis, sedangkan SDM di bidang teknik sipil dan energi akan menghasut agar proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan pengelolaan SDA diserahkan kepada barat untuk menjalankannya. Walhasil, dana pinjaman untuk membangun negara akan kembali kepada si pemberi pinjaman, dan si peminjam akan tetap memiliki hutang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Pada saat negara ini terjepit dengan hutang, dan sudah semakin bergantung pada negara barat. Maka, pada saat yang sama, pengaruh budaya barat akhirnya masuk dan perlahan-lahan menggerogoti benak kaum muslimin yang tinggal di negara tsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Masuknya Peradaban Barat di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt; misalnya, kemerdekaan yang diperoleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, sesungguhnya bukan diperoleh begitu saja. Pada saat itu, Perang Dunia ke-II baru berakhir, dengan kekalahan berada di pihak Jepang dkk. Pasukan sekutu yang di danai Amerika dan diboncengi kepentingan belanda ternyata tidak hanya melucuti pasukan jepang, tetapi juga melakukan upaya penaklukan kembali &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Hal ini bukannya tidak disadari oleh Amerika, ataupun Inggris. Sebab, pasukan Belanda dan pasukan Inggris merupakan satu kesatuan, sehingga mustahil rencana belanda untuk melakukan agresi militer tidak diketahui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Walaupun akhirnya &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; merdeka, tetapi agresi militer ke-II kembali datang dan mengakibatkan perlawanan rakyat kembali bangkit. Pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; semakin terancam, dan akhirnya berkat dukungan PBB, akhirnya Belanda angkat kaki dari nusantara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya adanya dukungan PBB pada saat itu, merupakan awal adanya kerjasama &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dengan negara adidaya (Amerika dan Uni Sovyet). Pada saat itu, perang dingin baru dimulai, sehingga Amerika dan Uni Sovyet berlomba-lomba melebarkan sayap hegemoninya di negara yang baru merdeka. Bung Karno sebagai Presiden I &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ternyata lebih berat dalam mendukung Uni sovyet (negara Komunis), terbukti dengan diperbolehkannya partai komunis masuk dalam parlemen. Pada saat itu, Peradaban komunis mulai masuk secara perlahan, sebagian masyarakat level menengah ke bawah menjadi sasaran pengkaderan partai komunis, sperti buruh dan petani. Paham ini dibiarkan hidup, karena kebijakan pemerintah yang membolehkannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Pada saat itu, amerika tidak tinggal diam, sedikit demi sedikit mereka menambah pengaruhnya. Bantuan dana untuk pembangunan proyek infrastruktur terus menerus dialirkan, seperti proyek pembangunan jaringan Instalasi listrik sepanjang pulau Jawa. Proyek tersebut akhirnya dikerjakan oleh kontraktor asing yang notabene berasal dari Amerika. Selain itu, proyek-proyek migas dan sumber daya alam lainnya juga mulai digarap. Secara wajar, mereka menawarkan tenaga ahli mereka untuk membangun dan mengelola ladang minyak dan sumber kekayaan alam lain. Dan akhirnya apa yang dihasilkan tenaga ahli tersebut justru lebih menguntungkan negaranya ketimbang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Setelah memasuki era orde baru, pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; semakin bergantung pada Amerika. Pada saat yang bersamaan dengan jatuhnya Uni Sovyet, di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, mulai berdiri stasiun terlevisi swasta nasional. Pada saat itu pula, kontrak-kontrak eksploitasi SDA di Indonesia diperpanjang, dan pemerintah kita pun semakin banyak meminta pinjaman (berhutang) pada barat. Bahkan hingga saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Berdirinya stasiun televisi swasta, sebenarnya tidak terlepas dari keinginan industri perfilman dan industri hiburan yang ada di Amerika untuk memperluas pangsa pasar ekonomi nya. Hal ini, sangat jelas dapat dilihat pada jenis siaran dan mutu siaran televisi yang lebih banyak memutar fil-film dari barat. Baik film kartun maupun film dewasa. Hiburan-hiburan yang disajikan pun selalu bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Dengan modal besar, mereka menyuntik industri hiburan kita dengan berbagai program acara yang bertentangan dengan agama, budaya lokal dan adat istiadat setempat. Seperti film-film yang mengajarkan pergaulan bebas, kekerasan, pembunuhan dan karakter-karakter yang merusak lainnya. Tanpa disadari, film-film tersebut kemudian menciptakan kondisi yang semakin rusak, sehingga menjadi bahaya laten (tersembunyi) yang pada akhirnya, sekarang kita dapat melihat, budaya sex bebas ternyata tumbuh subur di negeri kita, pelacuran menjadi komoditas yang layak dipertahankan karena diminati oleh masyarakat sendiri, narkoba semakin sulit diberantas, walaupun proyek-proyek penanggulangan narkoba semakin gencar. Bahkan kerusakan ini sudah menjalar dan merasuki kehidupan rumah tangga. Budaya kawin-cerai semakin marak terjadi, perselingkuhan semakin banyak, dan pelaku incest juga terjadi dimana-mana, tidak hanya di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; bahkan di pedesaan juga terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Dengan masuknya industri hiburan ala barat ke Indonesia, baik industri perfilman, industri periklanan, yang pada intinya- bertujuan menjual produk barat, ternyata semakin memperparah akhlaq dan kepribadian masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Saat ini pun, ketika masyarakat dihadapkan pada pilihan siaran acara adat dengan acara film / sinetron, maka hampir 100% masyarakat akan memilih menonton film. Sehingga stasiun televisi terus menambah jadwal tayangan program yang mengambil dari kebudayaan barat atau minimal kebarat-baratan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Solusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Peradaban harus dilawan dengan peradaban. Namun memunculkan peradaban Islam di tengah peradaban barat yang kapitalistik - sekuleristik cukup sulit, mengingat budaya barat sudah mengepung kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Satu-satunya cara adalah dengan melakukan proses perubahan yang mendasar di masyarakat. Perubahan tersebut harus diawali dari adanya kesadaran yang tinggi pada Islam, pada rusaknya realita yang ada. Sehingga memahami apa yang seharusnya dilakukan. Harus ada upaya untuk mengembalikan kesadaran Islam secara kolektif di tengah-tengah masyarakat. Artinya, kesadaran Islam harus terus menerus ditularkan kepada masyarakat kita yang saat ini sedang sakit parah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Hal yang wajib harus dilakukan adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt; &lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Terus      menerus meningkatkan kader dakwah, baik dari kualitas maupun kuantitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Membentuk      kebiasaan Islami dalam kehidupan sehari-hari dan harus menjadi teladan di      tengah masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Melakukan      perang pemikiran, mengcounter ide-ide sesat yang menyerang pemikiran      masyarakat. Terus menerus menyuntikkan ide-ide Islam sehingga masyarakat      bisa menjadi lebih sadar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Mengorganisir      kader untuk terus menerus membumi dalam masyarakat, sehingga dapat menjadi      qiyadah di tengah-tengah masyarakat, yang selanjutnya dapat mengarahkan      masyarakat untuk menjadi para pembela Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Saling      bekerjasama dengan berbagai pihak untuk dapat merealisasikan tujuan yaitu      mengembalikan kehidupan Islam di masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Dan kalo masyarakat sudah semakin sadar, maka pergerakan masyarakat inilah yang akan mengubah keadaan. Negara harus dirubah, ganti sistem dan terapkan kembali sistem Islam pada negara dan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Betapapun kesulitan yang harus dihadapi dalam memperjuangkan Islam, harus ditempuh, untuk mencapai kemuliaan di sisi Allah Swt. Salinglah membantu, saing mengokokohkan, untuk tetap istiqomah di jalan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Wallahu’alam bi ashshowab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Februari 2007&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;email : &lt;a href="mailto:abufathiyakarim@yahoo.co.id"&gt;abufathiyakarim@yahoo.co.id&lt;/a&gt;; &lt;a href="mailto:dims_stk36@yahoo.com"&gt;dims_stk36@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Tulisan disampaikan pada pertemuan bulanan di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Penulis adalah Syabab Hizbut Tahrir &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, berdomisili di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Medan&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dan Banda Aceh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-117100823680362481?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/feeds/117100823680362481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35181148&amp;postID=117100823680362481&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/117100823680362481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/117100823680362481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2007/02/peradaban-barat-merusak-negeri-muslim.html' title='Peradaban Barat Merusak Negeri Muslim'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-117100808826261941</id><published>2007-02-09T14:58:00.000+07:00</published><updated>2007-02-09T15:10:04.256+07:00</updated><title type='text'>DALIL TENTANG KEKHILAFAHAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;"Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian." Beliau kemudian beliau diam. (HR Ahmad dan al-Bazar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Sanad Hadis&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad menerimanya dari Sulaiman bin Dawud ath-Thuyalisi dari Dawud bin Ibrahim al-Wasithi dari Habib bin Salim dari an-Nu'man bin Basyir. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sedang duduk di masjid bersama Rasulullah saw. Basyir adalah orang yang hati-hati dalm berbicara. Lalu datang Abu Tsa'labah al-Khusyani. Ia berkata, "Wahai Basyir bin Saad, apakah engkau hapal hadis Rasulullah saw. tentang para pemimpin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hudzaifah berkata, "Aku hapal khutbah beliau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abu Tsa'labah duduk dan Hudzaifah berkata, "Rasululah saw. bersabda: (sesuai dengan matan hadis di atas)." (Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, IV/273, Muassasah Qurthubah, Mesir. t.t.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bazzar (Al-Bazar, Musnad al-Bazar 4-9, VII/223, ed. Mahfuzh ar-Rahman Zainullah, Muassasah 'Ulum al-Quran-Maktabah al-'Ulum wa al-Hukm, Beirut-Madinah, cet. I. 1409.) menerimanya dari al-Walid bin Amru bin Sikin dari Ya'qub bin Ishaq al-Hadhrami dari Ibrahim bin Dawud dari Habib bin Salim dari an-Nu'man bin Basyir. Ia bercerita bahwa ia sedang di masjid bersama bapaknya, Basyir bin Saad. Lalu datang Abu Tsa'labah al-Khusyani. Kemudian terjadilah dialog seperti di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Haytsami berkomentar (Al-Haytsami, Majma' az-Zawâ'id, v/188-189, Dar ar-Rayan li Turats-Dar al-Kitab al-'Arabi, Kaero-Beirut. 1407.&lt;br /&gt;), "Imam Ahmad meriwayatkannya dalam Tarjamah an-Nu'mân, juga al-Bazzar secara persis, ath-Thabrani secara sebagiannya di dalam al-Awsath, dan para perawinya tsiqah. Ibn Rajab al-Hanbali juga menukil riwayat Ahmad ini. (Ibn Rajab al-Hanbali, Jâmi' al-ulûm wa al-Hukm, I/264, Dar al-Ma'rifah, Beirut. cet I, 1408.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Makna dan Faedah&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini memberitahukan lima periode perjalanan kaum Muslim sejak masa kenabian. Periode pertama adalah periode kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode kedua adalah periode Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Para ulama sepakat bahwa periode Khilafah Rasyidah adalah periode Khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian. Menurut sebagian ulama, periode ini adalah periode Khulafar Rasyidin sampai periode Khilafah al-Hasan bin Ali. Khilafah Umar bin Abdul Aziz oleh sebagian ulama juga dikategorikan Khilafah Rasyidah sehingga beliau juga dijuluki Khulafur Rasyidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode ketiga adalah periode pemerintahan dan kekuasaan yang zalim. Lafal mulk bisa berarti kerajaan, bisa juga al-hukm wa as-sulthân (pemerintahan dan kekuasaan). Lafal mulk dalam hadis ini kurang tepat jika dimaknai kerajaan sebagai sebuah bentuk pemerintahan. Sebab, setelah Khulafaur Rasyidin, bentuk pemerintahan kaum Muslim tidak berubah menjadi kerajaan, tetapi tetap Khilafah. Kepala negara tetap seorang khalifah dan tidak pernah berubah menjadi raja. Ini adalah fakta yang telah disepakati para ulama. As-Suyuthi dalam Tarîkh al-Khulafâ' berkata, "Aku hanya menyebutkan khalifah yang telah disepakati keabsahan imâmah-nya dan keabsahan akad baiatnya."(As-Suyuthi, Târîkh al-Khulafâ', hlm. 8, Dar al-Fikr, Beirut. t.t.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara faktual, Khilafah terus berlanjut sampai diruntuhkan oleh penjajah Barat tahun 1924 M. Namun, juga disepakati, selama rentang waktu tersebut terjadi penyimpangan dan keburukan penerapan Islam di sana-sini. Jadi, periode tersebut adalah periode pemerintahan dan kekuasaan yang di dalamnya terjadi kazaliman, yaitu penyimpangan dan keburukan penerapan sistem dalam beberapa hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode selanjutnya adalah periode pemerintahan dan kekuasaan jabbariyah (diktator). Dalam riwayat Abu Tsa'labah al-Khusyani dari Muadz bin Jabal dan Abu Ubaidah, periode ini digambarkan sebagai periode pemerintahan dan kekuasaan yang sewenang-wenang, durhaka, diktator, dan melampaui batas (Al-Haytsami, Majma' az-Zawâ'id, v/188-189, Dar ar-Rayan li Turats-Dar al-Kitab al-'Arabi, Kaero-Beirut. 1407).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran demikian adalah gambaran pemerintahan dan kekuasaan yang bukan Islam. Periode pasca runtuhnya Khilafah saat ini tampaknya sesuai dengan gambaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode terakhir adalah periode kembalinya Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ini merupakan basyârah (berita gembira) akan tegaknya kembali Khilafah setelah keruntuhannya. Makna yang sama juga diriwayatkan dalam banyak riwayat. Jika riwayat ini digabung dengan riwayat lain yang semakna, yaitu riwayat akan masuknya Islam di setiap rumah, hadis al-waraq al-mu'allaq, hadis Khilafah turun di bumi al-Quds, hadis mengenai Dâr al-Islâm kaum Mukmin berpusat di Syam, hadis 'adl wa al-jur, hadis hijrah setelah hijrah, hadis al-ghuraba', hadis al-mahdi, dan hadis akan ditaklukkannya Roma, maka makna tersebut bahkan bisa sampai pada tingkat mutawatir.(Lihat: Muhammad asy-Syuwaiki, ath-Tharîq ilâ Dawlah al-Khilâfah, Bait al-Maqdis, 1411; Hafizh Abdurrahman, Khilafah Islam dalam Hadist Mutawatir bi al-Ma'na, al-Azhar Press, Bogor. Cet. I. 2003-1424)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nashiruddin al-Albani mengomentari hadis penaklukan Roma, "Tidak diragukan lagi bahwa realisasi penaklukan kedua (yakni Roma) menyerukan akan kembali tegaknya Khilafah Rasyidah di tengah-tengah umat Muslim."(Nashiruddin al-Albani, Silsilah ash-Shahîhah, I/8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian ini akan segera tegak kembali. Hal ini adalah pasti sebagai janji dari Allah Swt. Basyârah ini selayaknya memacu semangat kita untuk terus berjuang demi tegaknya Khilafah, karena kita ingin mendapat kemuliaan, yakni turut menjadi aktor bagi terlaksananya janji Allah tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana;" lang="EN-US"&gt;Allâhummarzuqnâ dawlah Khilâfah Râsyidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallâh a'lam bi ash-shawâb. [] &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-117100808826261941?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/feeds/117100808826261941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35181148&amp;postID=117100808826261941&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/117100808826261941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/117100808826261941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2007/02/dalil-tentang-kekhilafahan.html' title='DALIL TENTANG KEKHILAFAHAN'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-117100780095816007</id><published>2007-02-09T14:47:00.000+07:00</published><updated>2007-02-09T15:15:07.596+07:00</updated><title type='text'>Khutbah Idul Fitri 1427 H</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:13;color:black;"   lang="FI" &gt;KONSOLIDASI UMAT&lt;br /&gt;MENUJU YANG HAKIKI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah,&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;color:black;"  dir="rtl"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="EN-US" &gt;Hari ini umat Islam sedunia mengumandangkan &lt;i&gt;takbir, tahmid, tasbih, &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; tahlil&lt;/i&gt;. Tentu apa yang diucapkan kaum Muslim ini bukan kata-kata tanpa makna dan tujuan. Jelas ketika Rasulullah mencontohkan kepada kita mengucapkan kalimat-kalimat tersebut di hari kemenangan ini menunjukkan betapa berartinya kalimat-kalimat itu bagi kaum Muslim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="EN-US" &gt;Ucapan &lt;i&gt;takbir&lt;/i&gt; …&lt;i&gt;Allahu Akbar&lt;/i&gt; menunjukkan pengakuan kita tentang kebesaran Allah SWT. Ketika kita mengatakan &lt;i&gt;Allahu Akbar&lt;/i&gt; (Allah Maha Besar), berarti kita telah mengecilkan perkara-perkara lain di dunia ini. Kita hanya mengagungkan Allah SWT. Harta, Kekuasaan, dan jabatan, menjadi kecil dimata kita saat kita mengucapkan &lt;i&gt;Allahu Akbar&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Tentu bukan berarti kita menolak harta, kekuasaan, atau jabatan tersebut. Maksudnya, kita tidak menjadikan perkara tersebut menjadi tujuan hidup. Justru kita harus mengoptimalkan harta, kekuasaan, jabatan kita untuk mencapai tujuan hidup kita, yakni beribadah, mengagungkan asma Allah, untuk mencari ridho Allah SWT. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Ucapan &lt;i&gt;Tahmid…Alhamdulillah&lt;/i&gt;…Segala Puji bagi Allah SWT menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Bagaimana tidak, Allah SWT telah menjadikan kita sebagai manusia dengan sebaik-baik bentuk (&lt;i&gt;fi ahsani taqwiim&lt;/i&gt;). Tubuh kita diciptakan demikian sempurnanya. Allah SWT memberikan kita akal pikiran yang membuat kita berbeda dengan makhluk Allah SWT yang lain. Tidak hanya itu Allah SWT menciptakan alam semesta ini untuk diolah dan dimanfaatkan manusia, tanpa Allah SWT meminta bayaran dari kita. Semua diberikan Allah SWT kepada manusia secara gratis. Bayangkan kalau kita harus membayar air, api, hutan, minyak, udara kepada Allah SWT. Tidak hanya itu Allah SWT memberikan petunjuk kebenaran pada kita yakni Al Qur'an yang dibawa oleh Rasulullah saw. Dengan Al Qur'an kita tahu mana yang halal dan mana yang haram, mana yang haq dan mana yang batil, mana yang diridhoi Allah SWT dan mana yang tidak. Bayangkan kalau kita hidup di dunia ini tanpa pedoman yang benar. Pastilah manusia akan terjerumus kepada kehancuran dan kenistaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan &lt;i&gt;Tasbih …. Subhanallah&lt;/i&gt; …. Maha Suci Allah SWT. Menunjukkan pengakuan kita akan keagungan Allah SWT. Yang telah menciptakan alam semesta ini dengan sempurna. Allah SWT telah mengatur perjalanan matahari dari timur ke barat secara sempurna , mengatur siang dan malam dengan sempurna, menciptakan langit dan bumi dengan agung. Perhatikanlah tubuh kita. Bukankah semuanya mencerminkan keagungan dan kesempurnaan Allah SWT ? Maha suci Dia dari segala kekurangan! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Ucapan &lt;i&gt;tahlil.. la ilaha illa Allah&lt;/i&gt;… tiada Ilah selain Allah SWT. Merupakan &lt;i&gt;syahadah&lt;/i&gt; (pangakuan) akan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang harus kita sembah. Satu-satunya yang harus kita takuti. Kalimat ini juga merupakan penolakan kita terhadap tuhan-tuhan selain Allah SWT. Kalimat ini juga merupakan penolakan kita terhadap produk-produk hukum selain hukum Allah SWT. Hanya hukum Allah-lah yang harus kita jadikan pedoman untuk mengatur kehidupan kita bukan yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!&lt;br /&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Kita saja baru saja menyelesaikan ibadah shaum di bulan Ramadhan satu bulan penuh. Ibadah Ramadhan dengan segala keberkahannya, memberikan suatu situasi dan kondisi yang sangat kondusif bagi kita untuk tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Kita siap bangun pagi-pagi sebelum subuh untuk makan sahur. Kita siap bangun lagi untuk sholat tarawih dan witir berjamaah setelah shalat Isya berjamaah. Bahkan kita siap mendengarkan kuliah tarawih, kuliah subuh, kuliah dzhuhur dan menjelang buka shaum. Kita perbanyak membaca Al Quran setelah tarawih maupun kapan saja di siang hari. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;Pendek kata, format umum umat Islam pada bulan Ramadhan, adalah format umat bertaqwa. Memang ini sesuai dengan target ibadah &lt;i&gt;shiyam&lt;/i&gt; Ramadhan yang ditetapkan Allah SWT, yakni agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="SV" &gt;” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-top: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;(QS. Al Baqarah [2]: 183).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;Orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang menjauhkan diri dari apa-apa yang diharamkan Allah dan mecegah diri agar tidak terjerumus ke dalam jurang kemurkaan Allah SWT. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;Selama berpuasa di siang hari kita sadar sepenuhnya, bahwa kita menahan diri (&lt;i&gt;imsak&lt;/i&gt;) dari makan, minum, dan berhubungan suami istri yang halal, hanya semata tunduk kepada perintah Allah yang mewajibkan kita berpuasa. Dengan puasa kita membangun kesadaran hubungan kita sebagai makhluk dengan Allah Pencipta kita. Kesadaran kita inilah yang mengontrol pikiran, perasaan, dan seluruh tingkah laku kita agar senantiasa tunduk dan patuh kepada seluruh titah Allah Yang Maha Kuasa. Sehingga tatkala berpuasa, kita mengontrol seluruh tindakan kita agar memperbanyak melakukan perbuatan yang wajib dan sunnah, mengurangi yang mubah, sangat mengurangi yang makruh, dan benar-benar menghentikan diri dari perbuatan yang haram dalam seluruh aspek kehidupan kita sehari-hari. Dengan proses shiyam selama satu bulan penuh ini, format ulang diri kita sebagai hamba-Nya yang senantiasa bertaqwa kepada-Nya terwujud. Maka begitu kita meninggalkan bulan Ramadhan, sejak 1 Syawal ini, kita diharapkan melangkah di dalam kehidupan dengan format manusia bertaqwa! Dan secara kolektif diharapkan kita menjadi masyarakat yang bertaqwa! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah,&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;Masyarakat yang bertaqwa adalah masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang mayoritasnya adalah kaum Muslim yang istiqomah dengan keimanannya; pemikiran mereka didominasi oleh hidayah Allah SWT yang terpancar dalam Al Quran dan Sunnah Nabi SAW; perasaan mereka distandarisasi dengan halal dan haram yang ditetapkan oleh Allah SWT sehingga mereka mencintai apa yang diridloi Allah SWT dan membenci apa yang dimurkai-Nya; dan interaksi antar individu di antara mereka diatur oleh hukum syariah Allah SWT. Itulah model masyarakat bertaqwa yang diberkahi Allah SWT sebagaimana firman-Nya: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;” Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:black;"   lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;(QS. Al A'raf [7]: 96)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;color:black;"   lang="SV"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah, &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="SV" &gt;Mewujudkan model masyarakat bertaqwa tersebut tidaklah mudah. Memerlukan perjuangan dan pengorbanan. Sebab, orang-orang yang di dalam hatinya terdapat bibit-bibit kekufuran dan kemunafikan, akan selalu berupaya untuk menggagalkannya. Terlebih bila di masyarakat itu terdapat para &lt;i&gt;komprador&lt;/i&gt; negara adidaya imperialis yang sangat berkepentingan untuk mencegah terwujudnya masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT. Sebab, bila terwujud masyarakat bertaqwa, yakni pemikiran-pemikiran yang terpancar dari dua pusaka warisan Nabi saw. mendominasi negeri ini, perasaan orang-orang Muslim pun kembali kepada fitrahnya sebagai hamba yang mencintai Allah dan selalu mengharap ridlo-Nya, dan hukum-hukum syariah Allah SWT pun telah kembali pada posisi yang sebenarnya sebagai pengatur interaksi antar umat. Saat itu, maka habislah kesempatan dan harapan kaum imperialis kafir untuk terus-menerus mendominasi dan mengeksploitasi kehidupan dan kekayaan kaum Muslim di negeri ini yang sudah mereka lakukan dari zaman imperialisme lama hingga imperialisme modern. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah, &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Oleh karena itu, perjuangan untuk mewujudkan masyarakat bertaqwa ini harus menjadi perjuangan kita bersama. Perjuangan seluruh umat Islam! Seluruh umat Islam dalam berbagai partai, ormas, komunitas, jamaah, harakah, himpunan profesi, paguyuban, pesantren, sekolah, universitas, pabrik, birokrasi, baik sipil maupun militer, tua muda, pria wanita, semuanya perlu berjuang dan bergerak merapatkan barisan menuju kesatuan umat bagi terwujudnya masyarakat bertaqwa. Alah SWT memerintahkan kita untuk bersatu dan berpegang teguh dengan tali agama Allah, sebagaimana firman-Nya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;"Dan berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allahl, dan janganlah kamu bercerai-berai..."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt; &lt;b&gt;(QS. Ali Imran [3]: 103).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;color:black;"  dir="rtl"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Persatuan dan kesatuan umat ini tentu tidak akan disukai oleh kaum kafir imperialis dan antek-anteknya. Mereka pasti akan menebar fitnah untuk membuyarkan kembali persatuan dan kesatuan umat. Sebagaimana upaya kaum Yahudi di Madinah dulu untuk membuyarkan persatuan kaum Anshar yang terdiri dari bangsa Aus dan bangsa Khazraj yang bersatu dan bersaudara dengan nikmat Allah, yakni dinul Islam, setelah ratusan tahun mereka berperang dan bermusuhan satu sama lain. Orang-orang Yahudi di Madinah yang selalu mengambil keuntungan dari permusuhan dua bangsa penghuni utama kota Madinah itu, merasa terancam dengan persatuan dan persaudaran dalam kehidupan baru mereka di bawah naungan Islam. Maka seorang tokoh Yahudi yang bernama Syash bin Qais mengirim seorang ahli syair untuk membacakan syair-syair kepahlawanan dan kebangsaan yang biasa dibacakan pada perang Buats, perang ratusan tahun antara kedua bangsa tersebut, dalam rangka membangkitkan kembali semangat dan perasaan kesukuan dan kebangsaan kedua bangsa itu agar mereka terprovokasi untuk bermusuhan dan berperang lagi satu sama lain. Hampir saja terjadi pertumpahan darah kalau sekiranya Rasulullah saw. tidak segera datang dan melerai mereka dengan satu kalimat yang tegas:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:black;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;«&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:black;"  lang="AR-SA" &gt;أَبِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ وَأَنَا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ بَعْدَ أَنْ أَكْرَمَكُمُ اللهُ بِاْلإِسْلاَمِ وَقَطَعَ بِهِ عَنْكُمْ أَمْرَ الْجَاهِلِيَّةِ وَأَلَّفَ بَيْنَكُمْ؟»&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:HQPB2;color:black;"  dir="ltr"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;"Apakah seruan-seruan jahiliyah itu yang kalian ikuti, sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kalian, setelah Allah SWT memuliakan kalian dengan Islam dan memutuskan urusan jahiliyah dari kalian dan telah menyatukan kalian?"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;color:black;"  dir="rtl"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="EN-US" &gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="EN-US" &gt; upaya kaum Yahudi itu gagal! Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, kalau hari ini kita umat Islam di seluruh dunia masih tercerai-berai dalam baju-baju negara dan bangsa yang merupakan hasil tipudaya kaum imperialis terhadap generasi umat Islam sebelum kita, yakni generasi Muslim yang hidup di masa akhir Khilafah Utsmaniyah, setelah kaum imperialis berhasil meruntuhkan institusi pemersatu umat sejak hijrahnya baginda Rasulullah saw. bersama para sahabatnya ke kota Madinah pada tahun 622 hingga tahun 1924 itu, maka itu adalah semata-mata kesenangan sedikit yang Allah SWT berikan kepada mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Maka kini sudah tiba saatnya. Setelah kesadaran kita akan wajib dan perlunya kita umat Islam sedunia bersatu dan bahayanya umat bercerai-berai dalam dominasi kaum imperialis yang menghinakan, ya sudah tiba saatnya umat ini berjuang dengan sekuat tenaga meraih kembali persatuannya dan kesatuan wilayah negeri-negeri mereka yang luas membentang dari Maroko sampai Merauke, yang kaya raya, yang menjadi modal bagi pembangunan kembali peradaban umat ini, disamping modal utamanya yakni Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw., menuju kemuliaan dan kejayaanya di bawah panji-panji tauhid &lt;i&gt;Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah&lt;/i&gt;! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kaum Muslimin rahimakumullah, &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Setelah sholat Ied ini, marilah kita berkumpul dengan keluarga dan handai tolan kita, bersilaturhami, dan membicarakan masa depan umat ini, ya masa depan kita semua. Marilah kita bersama-sama mencanangkan tekad untuk berjuang bersama melanjutkan kehidupan Islam secara kaffah, dengan menerapkan syariah dalam seluruh aspek kehidupan, dan dengan terwujudnya kepemimpinan negara, seorang kepala negara, seorang khalifah, yang menjalankan pemerintahan dengan Al Aquran dan As Sunnah, yang melindungi kepentingan dan kemaslahatan seluruh warga negara dengan hukum-hukum Allah SWT dan memobilisir seluruh kekuatan kaum Muslimin untuk menyatukan negeri-negeri Islam dan mendakwahkan Islam ke seluruh dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Dengan tekad itulah saudara-saudara, kita akan lebih dekat dan mencintai Allah dan Rasul-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Dengan tekad seperti itulah, kita akan mengajak saudara-saudara kita, tetangga, dan kolega kita, melakukan gerakan semesta untuk membaca, memahami, dan menghafal Al Quran, serta mengambil petunjuk-petunjuknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Dengan tekad seperti itulah, kita akan mentradisikan diri, keluarga, dan jamaah masjid kita untuk membaca dan mempelajari sirah Nabi serta hadits-hadits beliau saw. yang merupakan contoh teladan konkrit kehidupan Islam dalam seluruh aspeknya yang sudah pernah beliau wujudkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Dengan tekad seperti itulah, kita akan giat mengajak tetangga kita sholat berjamaah, mewujudkan generasi yang hatinya selalu terikat dengan masjid, mewujudkan generasi umat yang bersaudara atas dasar iman, berukhuwah Islamiyyah, yang saling mengisi satu sama lain, saling membantu dan menanggung, hingga urusan materi yang dibutuhkan dalam kehidupan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Dengan tekad seperti itulah, kita akan rajin di dalam mengkaji dan memahami realitas-realitas sosial politik dan ekonomi yang terjadi, baik nasional maupun internasional, mengerti masalah-masalahnya, serta mencari solusi-solusinya menurut petunjuk syariat agama Allah SWT. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Dengan tekad seperti itulah, kita akan menghubungi saudara-saudara kita di lingkungan kita, di kantor-kantor kita, di pabrik-pabrik kita, di pasar-pasar kita, di gedung -gedung parlemen kita, di birokrasi-birokrasi kita, di masjid-masjid kita, di pesantren-pesantren kita, di madrasah-madrasah kita, sekolah-sekolah dan universitas-universitas kita, di mal-mal dan pasar-pasar kita, serta menghubungi para ulama, intelektual, dan pimpinan segala golongan umat ini untuk kita ajak berjuang bersama, mengkonsolidasikan diri, untuk bersatu mewujudkan persatuan yang hakiki, yakni bersatu dalam masyarakat bertaqwa dalam arti sebenar-benarnya itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Dengan tekad seperti itulah, kita bangkit dari segala keterpurukan yang ada menuju kejayaan Islam dan kaum Muslimin serta melahirkan generasi umat terbaik, generasi khairu ummah abad 21, yang akan membebaskan negeri-negeri Islam maupun negeri-negeri lain dari segala dominasi dan penindasan kaum kapitalis liberalis imperialis dalam segala bentuknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Kekalahan dan kegagalan pasukan NATO di Afghanistan, pasukan AS di Iraq, dan pasukan Israel di Libanon dalam menghadapi kekuatan umat Islam di sana memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada kita bahwa umat ini dijaga oleh Allah dan tidak akan punah oleh kekuatan kafir imperialis sekaliber apapun! Dan kekuatan umat ini pasti akan terwujud bilamana umat ini sudah tidak ada pengharapan akan pertolongan kecuali hanya kepada Allah SWT. Dan kekuatan umat ini akan senantiasa terus terwujud manakala umat ini bersatu hati, pikiran, dan perasaannya, serta tingkah lakunya dengan dinul Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Marilah kita renungkan firman Allah SWT:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18;color:black;"  dir="ltr"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:black;"  lang="AR-SA" &gt;هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18;color:black;"  dir="ltr"  lang="EN-US" &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;color:black;"  dir="ltr"  lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia menangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt; &lt;b&gt;(QS. As Shaf [61]: 9). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18;color:black;"  dir="ltr"  lang="EN-US" &gt;&lt;span style=""&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:black;"  lang="AR-SA" &gt;وَِللهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لاََ يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  dir="ltr"  lang="EN-US"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  dir="ltr" lang="FI" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;"Kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya, dan bagi orang-orang yang beriman, akan tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt; &lt;b&gt;(QS. Al Munafiqun [63]: 8).&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;color:black;"  dir="rtl"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Allahu Akbar 3x Walillahilhamd!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Akhirnya, di hari yang mulia ini, setelah sebulan penuh kita membangun dan meningkatkan ketakwaan kita selama Ramadhan, yang penuh rahmah dan maghfirah, kami menyerukan kepada seluruh umat Islam, para pimpinan ormas, orpol, ulama, wakil rakyat, wartawan, anggota TNI/Polri, pejabat pemerintah, cendekiawan, usahawan dan serikat-serikat pekerja, serta para pemuda dan mahasiswa, untuk secara sungguh-sungguh mengamalkan syariat Islam dan berjuang bersama bagi tegaknya syariat Islam secara kaffah, dan menempatkan perjuangan penegakan syariah sebagai agenda utama kaum Muslim. Sesungguhnya, penerapan syariah dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara, merupakan kewajiban setiap Muslim, sekaligus merupakan wujud keberhasilan kita dalam meraih ketakwaan. Penerapan syariah ini pula merupakan wujud kembalinya umat ini pada fitrah-nya, sebagaimana yang dikehendaki dalam ibadah shaum Ramadhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Selanjutnya, marilah kita tundukkan kepala kita dengan segala kerendahan hati, sambil menengadahkan tangan kita, untuk memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT, Dzat Yang Mahakuasa, dan Mahaperkasa:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:13;color:black;"   lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: 12.4pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style=";font-size:18;color:black;"  lang="AR-SA" &gt;اَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:13;color:black;"  dir="ltr" lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="para-01" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:18;color:black;"   lang="AR-SA" &gt;اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعَ مَنْ يَفْجُرُكَ، اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ، اَللَّهُمَّ عَذِّبِ الْكَفَرَةَ الذِّيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ. اَللَّهُمَّ اَهْزِمْهُمْ وَدَمِّرْهُمْ، وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَاجْعَلْ تَدْمِيْرَهُمْ فِيْ تَدْبِيْرِهِمْ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْ جُيُوْشَ الْكُفَّارَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، أَمْرِيْكَا وَبَرِيْطَانِيَا وَحُلَفَاءِهَا الْمَلْعُوْنِيْنَ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="FI" &gt;Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, meminta ampunan-Mu, sekali-kali kami tidak akan mengkufuri-Mu. Kami sepenuhnya iman kepada-Mu, dan berlepas diri dari siapapun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mulah kami mengabdi, beribadah dan sujud. Kepada-Mulah kami berlari dan menuju. Kami mendambakan rahmat-Mu, dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu yang sungguh-sungguh ditimpakan kepada kaum Kufar itu juga pasti akan ditimpakan kepada yang lain. Ya Allah, adzablah orang-orang Kafir yang telah menghalangi jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan membunuhi para pembela-Mu. Ya Allah, kalahkanlah mereka, hancurkanlah mereka, cerai-beraikanlah persatuan mereka, dan porak-porandakanlah kesatuan mereka. Jadikanlah rencana jahat mereka itu sebagai pembawa kehancuran mereka. Ya Allah, kalahkanlah pasukan kaum Kufar penjajah, Amerika, Inggeris dan sekutu mereka yang terlaknat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18;color:black;"  dir="rtl"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="ayat-01" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify; text-indent: 1cm; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:18;color:black;"   lang="AR-SA" &gt;اَللَّهُمَّ مَلِكَ الْمُلْكِ تُعْطِيْ الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ، وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةَ الرَّاشِدَةَ عَلَى مِنْهَاجِ نَبِيِّكَ، تُعِزُّ بِهَا دِيْنَكَ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَطُغْيَانَهُ. اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا وَانْصُرْ إِخْوَانَنَا وَانْصُرْ مَنْ يُنْصُرُنَا وَاجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ ِلإِقَامَةِ شَرِيْعَتِكَ وَالْخِلاَفَةِ الرَّاشِدَةِ عَلَى مِنْهَاجِ نَبِيِّكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ.&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:13;color:black;"  dir="ltr"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="EN-US" &gt;Ya Allah, Maha Raja diraja, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, Engkau ambil kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapasaja yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinadinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Di dalam genggaman-Mu lah seluruh kebaikan. Karena Engkaulah Dzat yang Maha Kuasa atas segalanya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu negara Khilafah Rasyidah yang mengikuti sunnah Nabi-Mu. Dengannya Engkau muliakan agama-Mu, dan Engkau hinakan kekufuran dan seluruh anteknya. Ya Allah, tolonglah kami; tolonglah saudara-saudara kami; tolonglah siapasaja yang menolong kami. Jadikanlah kami dan mereka sebagai para pejuang yang ikhlas untuk menegakkan syariah-Mu, dan Khilafah Rasyidah yang mengikuti sunnah Nabi-Mu. Dengan rahmat-Mu, duhai Dzat yang Maha Pengasih, duhai Sebaik-baik Penolong.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;color:black;"  dir="rtl"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-117100780095816007?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/feeds/117100780095816007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35181148&amp;postID=117100780095816007&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/117100780095816007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/117100780095816007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2007/02/khutbah-idul-fitri-1427-h.html' title='Khutbah Idul Fitri 1427 H'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-115945165133962441</id><published>2006-09-28T20:50:00.001+07:00</published><updated>2006-09-28T20:54:11.340+07:00</updated><title type='text'>My Family</title><content type='html'>Berkeluarga adalah hal yang terindah dalam hidup ini. Berkumpul, bercengkrama dan bahkan saling memberi perhatian. Tak ada yang dapat menyaingi rasa senangnya bias berkumpul dengan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri dan anak adalah keluarga inti kita. Papa, Ibu, Mertua, saudara-saudara juga bagian terdekat dari keluarga. Keberadaan dan keutuhan keluarga adalah bara penyemangat hidup ini, memperkuat harga diri dan kekuatan untuk tetap eksis dalam kehidupan yang tak kenal kata kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hidup ini tidak hanya selalu bersama keluarga. Sering kali keluarga ditinggalkan demi mengejar hal lain yang secara relatif dapat dibenarkan. Relatif dalam pengertian tergantung dari sudut mana orang memandang. Namun demikian, Islam sebagai agama kita juga menuntun diri kita agar berfikir secara islami. Kebenaran yang dianut pun seudah seharusnya mengacu pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah menekankan bahwa menikah itu adalah sunnah rasul. Dan barangsiapa yang tidak mengikuti sunnah rasul yang satu ini, maka dipastikan bukan termasuk golongan umat Muhammad SAW. Sungguh sangat disayangkan jika orang belum menikah hingga saat ini demi mengejar dunia yang semu. Selain itu, menikah juga sebagai upaya ibadah karena dikatakan penyempurna agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya pernah berfikir, bagaimana yang disebut menyempurnakan agama. Ternyata setelah menikah, diriku menemukan kesadaran sendiri. Menikah membuat kita jadi lebih berfikir dewasa, berupaya menahan diri dengan bersabar, berupaya mencari nafkah, berupaya melindungi istri dan anak dari gangguan jahat, saling nasehat-menasehati, saling mendukung untuk kebaikan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt; Begitu agung makna pernikahan dan bingkai keluarga dalam pandangan Islam. (By Abu Fathiya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-115945165133962441?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/feeds/115945165133962441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35181148&amp;postID=115945165133962441&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/115945165133962441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/115945165133962441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2006/09/my-family_28.html' title='My Family'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-115945098009611060</id><published>2006-09-28T20:41:00.000+07:00</published><updated>2006-09-28T20:43:00.106+07:00</updated><title type='text'>Kapitalisme GAGAL dalam mengentaskan kemiskinan</title><content type='html'>Hasil Susenas 2006 yang dilakukan BPS telah membuktikan, bahwa pemerintah telah gagal dalam upayanya mengurangi kemiskinan di Indonesia. Tercatat pada Maret 2006, sebanyak 39,05 juta orang (17,75%) dari total 222 juta penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan (Kompas, 2/9/2006). Jika dilihat atau dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penduduk miskin telah bertambah sebanyak + 4 juta orang. Dengan demikian dapat dihitung laju kemiskinan penduduk mencapai 18,39%. Angka yang cukup fantastis jika dibandingkan dengan kenaikan inflasi sebesar 17,95%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan jumlah penduduk miskin ini tidaklah mengherankan, mengingat banyaknya kebijakan pemerintah yang lebih sering tidak memperhatikan kepentingan rakyat banyak. Seperti kebijakan pengurangan subsidi BBM yang mengakibatkan harga BBM melambung tinggi dan tentunya berefek pada kenaikan harga barang-barang pokok. Selain itu, kebijakan di bidang dunia usaha yang cenderung lebih memperhatikan pihak konglomerasi corporate ketimbang sektor koperasi dan usaha kecil di pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah telah mengupayakan beberapa kebijakan yang terkesan memihak masyarakat, seperti pemberian dana bantuan tunai langsung (BLT) bagi keluarga miskin dan program Kompensasi Pengurangan Subsidi BBM (PKPS-BBM). Tapi, tentu saja program seperti ini tidak mungkin dapat membantu masyarakat dalam peningkatan taraf hidupnya, sebab, faktanya uang tunai yang diberikan bagi keluarga miskin tidaklah tersebar secara merata di kalangan keluarga miskin dan masih banyaknya praktik korupsi di kalangan birokrat pemerintah desa. Selain itu bagi masyarakat dana tersebut tidak berefek pada kinerja dan penghidupannya, sebab, dana tersebut akan habis dikonsumsi dan tidak bisa dijadikan modal usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan-kebijakan pemerintah yang seperti itu tidak akan membawa pada keberhasilan dalam menekan kemiskinan di Indonesia, sebab, kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi sosial dalam sistem kapitalisme. Pemerintah berusaha merebut hati rakyat agar tetap mendukung ide kapitalisnya pemerintah. Jelas saja kebijakan tsb bukanlah kebijakan yang benar-benar bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melainkan hanya lip service pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dapat disimpulkan pemerintah dengan KAPITALISMEnya telah GAGAL dalam menghadapi masalah kemiskinan. Maka beralihlah kepada sistem ISLAM yang terbukti selama berabad-abad mensejahterakan masyarakat di dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. (Abu Fathiya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-115945098009611060?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/feeds/115945098009611060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35181148&amp;postID=115945098009611060&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/115945098009611060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/115945098009611060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2006/09/kapitalisme-gagal-dalam-mengentaskan.html' title='Kapitalisme GAGAL dalam mengentaskan kemiskinan'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35181148.post-115944847690389171</id><published>2006-09-28T19:58:00.000+07:00</published><updated>2006-09-28T20:01:16.913+07:00</updated><title type='text'>HENTIKAN IMPOR BERAS !!</title><content type='html'>Pemerintah melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan menetapkan beras impor sebanyak 210 ribu ton akan masuk melalui 10 kota/pelabuhan mulai 1 Oktober 2006 dan paling lambat 15 November 2006. Dijelaskan daerah tujuan beras impor adalah daerah yang kekurangan beras dengan ketersediaan gudang penyimpanan serta kapasitas pelabuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persetujuan impor beras kepada Perum Bulog yang tertuang dalam surat Menteri Perdagangan Nomor 760/M-DAG/9/2006 juga menyebutkan kepastian kedatangan beras impor di pelabuhan tujuan beserta informasi jumlah dan kapal pengangkutnya harus dilaporkan kepada Ditjen Bea Cukai, Departemen Keuangan yang ditembuskan pada Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Depdag, sepekan sebelum impor dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Pusat Siswono Yudo Husodo menyayangkan kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras dalam memenuhi kebutuhan stok beras di Indonesia. "Dengan impor ratusan ribu ton beras berarti menjatuhkan harga beras dalam negeri dan itu akan sangat merugikan petani," katanya kepada wartawan di Mataram, Selasa (5/9). Bahkan sebagian kalangan petani di daerah sumatera utara mengancam akan mengkonversikan lahan pertaniannya menjadi tanaman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari kejadian yang lalu, sebenarnya kebijakan impor beras sudah sering dilakukan pemerintah. Sejak Indonesia mencapai swasembada beras pada 1984, percepatan produksi pangan utama ini terus menurun. Akibatnya, impor beras Indonesia melonjak dari rata-rata 200 ribu ton pada periode 1990-an menjadi 1.5 juta ton pertahun sebelum krisis (1995-1997), kemudian naik lagi menjadi 3.3 juta ton pertahun pada periode krisis (1998-2001). Padahal swasembada ini pasti akan menghemat devisa. Impor beras yang meningkat pesat terjadi pada tahun 1996 dan puncaknya pada tahun 1998 yang mencapai 5.8 juta ton. Selain beras, komoditas pangan utama masih banyak didatangkan dari luar. Kebutuhan kedelai yang 3.0 juta ton, 70%-nya dipenuhi dari impor. Impor jagung mencapai 2 juta ton dari kebutuhan 12.5 juta ton jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari kebijakan ini petani selalu menderita kerugian, baru mendengar isunya saja kini harga dasar gabah sudah terlihat merosot dari Rp2.200 menjadi Rp1.700 per-kg. Apalagi setelah beras impor benar-benar datang, tentunya akan menimbulkan ketidakmenentuan harga. Tentunya hal ini tidak dapat dibiarkan bergitu saja. Pemerintah harus diingatkan tentang kebijakannya yang nyleneh ini. Kondisi ini jelas semakin menyulitkan petani ditengah himpitan berbagai persoalan ekonomi menyusul kenaikan BBM serta tingginya biaya produksi pertanian mulai dari upah tenaga kerja, pupuk dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kebijakan yang nyeleneh ini tentu saja tidak terlepas dari sistem ekonomi kapitalisme yang diadopsi pemerintah. Sebab dengan diberlakukannya impor beras, maka akan banyak sekali terjadi permainan di kalangan pengusaha dan birokrat untuk mengeruk uang negara dan membelanjakannya di seputar para kapitalis saja. Selain itu, kebijakan ekonomi kapitalis sama sekali tidak memperhatikan kesejahteraan petani dan masyarakat, melainkan hanya memperhatikan kepentingan kaum kapitalis dan penguasa yang korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya jika TIDAK ingin semakin banyak masyarakat yang mengutuk pemerintah karena dirugikan, maka pemerintah harus mengubah kebijakannya untuk meninggalkan ekonomi kapitalis sebagai fondasi perekonomian, dan beralih pada Sistem ISLAM yang terbukti memiliki sistem negara yang lengkap termasuk sistem ekonomi yang terbukti dapat memberikan kesejahteraan pada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari berbagai sumber. By Abu Fathiya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Artikel ini sebagian merupakan hasil pemikiran penulis, sebagian merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber yang ditambah pemikiran penulis.
Jika ditemukan ada kesalahan tulis maupun bahasan yang menyimpang. Mohon diluruskan. Jazakumullah Khairon Katsiro.&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35181148-115944847690389171?l=fathiya-me-khilafah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/feeds/115944847690389171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35181148&amp;postID=115944847690389171&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/115944847690389171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35181148/posts/default/115944847690389171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fathiya-me-khilafah.blogspot.com/2006/09/hentikan-impor-beras.html' title='HENTIKAN IMPOR BERAS !!'/><author><name>A Thing for Khilafah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06516063917944912855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/6179/3909/200/Dimas%20jpg.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
